Angkat Kaki dari Liga Champions, Pelatih Inter Milan: Kami Kurang Tajam

Inter Milan harus menguburkan harapannya untuk terus berlaga di Liga Champions Eropa musim ini. Salah satu raksasa Serie A Italia itu harus menerima kenyataan tersisih di babak penyisihan grup pentas elite antarklub di benua biru itu.

Tersingkirnya Internazionale Milan tak lepas dari kekalahan di matchday terakhir penyisihan Grup F. Sekalipun bertindak sebagai tuan rumah, Inter justru tersungkur di hadapan Barcelona. Laga kedua tim yang digelar di Stadion Giuseppe Meazza itu berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Barcelona, sekaligus mengokohkan Barcelona sebagai pemuncak grup.

“Kami memiliki peluang memenangkan pertandingan, kami menciptakan kesempatan tersebut tetapi kurang tajam untuk mewujudkannya. Saya tidak punya keluhan untuk dibuat, lantaran para pemain sudah memberikan segalanya,” beber Antonio Conte.

Lebih lanjut pelatih Inter Milan itu mengatakan timnya kebobolan di akhir pertandingan. Ia menyebut gol kedua Barcelona di laga itu sungguh menyakitkan. Apalagi saat melihat pemain muda Barcelona, Ansu Fati mengoyak gawang mereka.

“Kami hanya kekurangan gol dan malah kebobolan di ujung laga yang berakhir dengan kekalahan 2-1, yang benar-benar menghancurkan kami. Menyaksikan gol Ansu Fati sangat menyakitkan, karena itu membunuh kami dalam segala hal,” tegas Conte.

Satu-satunya gol Inter di laga itu dicetak oleh Romelu Lukaku di menit ke-44. Sementara itu sepasang gol tim tamu dilesatkan oleh Carles Perez di menit ke-23 dan Ansu Fati di menit ke-87.

Kekalahan ini membuat Inter finish di urutan ketiga dengan raihan total tujuh poin dari enam pertandingan. Inter tertinggal tiga poin dari Borussia Dortmund yang sukses mengalahkan Slavia Praha dengan skor 2-1. Dortmund menemani Barcelona sebagai pemuncak klasemen dengan raihan total 14 poin dari enam pertandingan.

Inter sebenarnya berpeluang besar memenangi laga ini. Selain sebagai tuan rumah, Inter pun mampu menguasai jalannya pertandingan. Ditambah lagi tim tamu tidak tampil dengan kekuatan terbaik. Barcelona tak diperkuat oleh Lionel Messi, Gerard Poique dan beberapa pemain utama lainnya yang tengah dibekap cedera.

Sebagai gantinya Barcelona mengandalkan Carles Perez dan Antoine Griezmann di lini depan. Luis Suarez bertindak sebagai pemain pengganti yang masuk menggantikan Griezmann di menit ke-63. Di lini tengah Barcelona menurunkan Junior Firpo, Ivan Rakitic, Carles Alena, dan Arturo Vidal.

Sementara itu lini belakang Barcelona berkekuatan Clement Lenglet, Samuel Umtiti, dan Jean-Clair Todibo yang mendukung Neto di bawah mistar gawang.

Sementara itu tuan rumah Inter tampil dengan kekuatan penuh mulai dari kiper Samir Handanovic hingga Lautaro Martinez dan Romelu Lukaku di lini depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *