Blog

Eks Bintang Brasil Sebut Haaland Bakal Sukses di Madrid

Selain Liverpool, Real Madrid juga dikabarkan tertarik untuk mendapatkan tanda tangan Erling Haaland. Menurut mantan bintang tim nasional Brasil, Rivaldo klub yang disebutkan terakhir itu lebih berpeluang menjadi destinasi bagi Haaland. Rivaldo yakin bersama Madrid, ia akan berkembang dan meraih kesuksesan.

Pemain berusia 19 tahun itu tengah menjadi incaran sejumlah klub top Eropa. Performa ciamiknya bersama Borussia Dortmund belakangan ini menjadi salah satu pemicu.

Banyak spekulasi terkait masa depan pemain asal Norwegia itu pun bermunculan. Mantan pemain bintang tim nasional Brasil, Rivaldo pun tak ketinggalan. Rivaldo yang pernah bermain untuk Barcelona mengatakan, pemain berdarah Britania Raya itu memiliki potensi untuk menjadi pemain bintang di masa depan.

“Dia sudah menjadi seorang pemain yang hebat, tapi di usia 19 tahun dia bisa lebih baik lagi di masa depan dan menjadi salah satu penyerang terbaik di dunia,” beber Rivaldo.

Rivaldo mengatakan Haaland memiliki banyak faktor yang membuatnya bisa menjadi pemain top. Selain memiliki skill yang mumpuni, pemain itu juga memiliki kepribadian yang mendukung. Semangat dan mentalnya sudah mulai terlihat sebagai calon bintang.

“Dia punya kepribadian besar, bermain tanpa rasa takut dan terlihat sangat tenang di atas lapangan. Jadi dia adalah seorang pemain kelas dunia yang masih harus banyak belajar dan wajar sih kalau banyak klub mengejar dia.”

Rivaldo pun mengomentari terkait komentar yang membandingkan Haaland dengan mantan penyerang timnas Brasil, Luiz Nazario de Lima alias Ronaldo. Beberapa hal seperti kecepatan dan keberanian di lapangan sekilas mengingatkan Rivaldo pada mantan rekannya itu. Namun Rivaldo mengatakan terlalu dini untuk mengatakan Haaland sebagai penerus Ronaldo.

“Beberapa orang sudah membandingkan gaya Haaland dengan Ronaldo Nazario dan mungkin ada beberapa kemiripan karena Haaland itu cepat, tak kenal takut dan mencetak banyak sekali gol. Namun memang terlalu awal untuk memikirkan dia akan menjadi suksesor Ronaldo.”

Rivaldo mengatakan Ronaldo adalah salah satu mantan pemain tersukses dalam sejarah sepak bola dunia. Pemain itu mampu meraih dua gelar Piala Dunia dan ikut berkontribusi dengan banyak gol yang indah. Rivaldo mengatakan Haaland memiliki potensi untuk mengikuti jejak Ronaldo.

“Ronaldo telah memenangi dua Piala Dunia dan berpartisipasi dalam empat turnamen. Dia juga memukau dunia dengan aksinya dan gol-golnya jadi kita perlu waktu untuk melihat apakah Haaland bisa mencapai level Ronaldo. Namun, Haaland sepertinya memiliki kualitas untuk setidaknya mendekati rekan setim saya yang brilian itu,” beber Rivaldo.

Henderson Punya Banyak Waktu Merenung tentang Pencapain Liverpool

Saat ini dunia sedang menghadapi wabah Corona atau Covid-19. Situasi ini tentu mempengaruhi sendi-sendi kehidupan. Bagi pemain Liverpool, Jordan Henderson situasi ini turut mempengaruhi aktivitasnya saban hari.

Waktu latihan dan pertandingan yang dibatasi membuatnya punya banyak waktu untuk merenung terutama terkait pencapaian Liverpool.

“Anda banyak merenung dan melihat lagi semuanya, khususnya karena waktu rasanya seperti berhenti,” beber Henderson.

Lebih lanjut pemain asal Inggris itu mengatakan dirinya lebih memilih untuk melihat ke belakang ketimbang memandang ke depan. Hal ini disebabkan karena musim ini belum berakhir.

“Saya belum banyak melihat ke depan, sebenarnya saya sedikit menengok ke belakang dalam hal musim ini dan ternyata apa yang kami raih sejauh ini luar biasa, sebagai sebuah tim.”

Ia mengatakan dengan aktivitas tersebut ia pun mendapatkan banyak motivasi. Dengan merenung ia mendapatkan energi dan semangat baru untuk terus meraih prestasi bersama Liverpool.

“Ini lebih ke menggunakannya sebagai motivasi dalam latihan untuk jalan terus, karena ketika waktunya tiba, kami ingin memastikan kami dalam kondisi sebaik mungkin untuk menutup musim sebaik mungkin, seperti yang sudah kami lakukan sepanjang musim,” pungkasnya.

Liverpool kini berada di ambang juara Liga Primer Inggris, pencapaian yang sudah dinanti selama kurang lebih 30 tahun. Liverpool mantap di puncak klasemen dengan raihan total 82 poin dari 29 pertandingan.

The Reds unggul jauh dari para pesaing terdekat terutama dari Manchester City di urutan kedua. Di antara kedua tim berjarak 25 poin. Liverpool pun hanya butuh enam poin lagi untuk mengakhiri penantian panjang itu.

Saat ini tim-tim Liga Inggris sedang menanti kelanjutan kompetisi. Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp mengaku tidak mau timnya terburu-buru untuk berkumpul bersama para pemain.

“Saya selalu bilang kami tidak mau buru-buru, tapi saya kira ini tidak buru-buru. Ini untuk langkah pertama, untuk latihan dengan social distancing dan kami punya lima pemain.”

Seturut jadwal Liverpool baru akan menggelar latihan bersama pada Rabu, 20 Mei 2020 waktu setempat. Klopp mengatakan dirinya sangat senang dan tidak bisa menunggu lama untuk kembali memimpin latihan di lapangan.

“Saya akan bilang saya sangat senang. Saya tidak bisa menunggu, jadi saya benar-benar senang kami bisa melakukan ini lagi, kembali ke Melwood, latihan dalam kelompok kecil, dan hal-hal seperti ini,” beber Klopp.

 

Dortmund Berpeluang Pertahankan Bintang Muda Ini

Saat ini Jadon Sancho dengan dikaitkan dengan sejumlah klub. Pemain asal Inggris itu dispekulasi akan hijrah dari Borussia Dortmund. Namun demikian pihak Die Borussien sepertinya enggan melepaskan pemain berusia 20 tahun itu.

Hal ini terbersit dari pernyataan Direktur Dortmund Carsten Cramer. Menurutnya pihak klub memiliki kemungkinan untuk berkompromi dengan sang pemain agar tak hijrah dari Signal Iduna Park.

“Pada masa-masa ini setiap tahunnya, skuad untuk musim depan biasanya sudah rampung. Mungkin ada beberapa yang masih bisa dijual, tapi rencananya sudah beres,” bber Cramer.

Lebih lanjut ia mengatakan situasi saat ini lebih fleksibel. Apalagi dalam situasi seperti ini berbagai perubahan bisa saja terjadi. Ia mengatakan tim-tim Eropa masih terus menyusun skuad untuk melanjutkan musim, bahkan untuk mengarungi kompetisi musim depan.

“(Kini) semua pihak harus sefleksibel mungkin. Saya amat yakin bisnis peminjaman pemain akan jadi lebih relevan dibandingkan sebelumnya dan sudah pasti akan butuh waktu lebih lama untuk merencanakan skuad. Bahkan saya amat yakin banyak tim yang belum beres pada 1 Juli atau 1 Agustus. Fleksibilitas dan kesabaran amat penting,” sambungnya.

Lebih lanjut Cramer mengatakan ada kemungkinan terjadi perubahan dengan pemain yang memiliki harga transfer yang tinggi.

“Saya amat yakin akan ada penurunan ekspektasi mengenai transfer pemain dengan harga tinggi,” tegasnya.

Bundesliga sendiri sudah mulai bergulir pada akhir pekan lalu. Sementara itu sejumlah kompetisi di Eropa masih menanti jadwal terbaru. Ligue 1 dan Eredivisie Belanda bahkan sudah tutup musim lebih dulu.

Bergulirnya Bundesliga ternyata menuai beragam komentar dan reaksi. Salah satunya datang dari pemain Lecce, Giulio Donati. Pemain yang pernah merumput di Jerman itu mengaku iri dengan Bundesliga.

“Bukan kebetulan kalau Bundesliga menjadi liga pertama di Eropa yang dimulai lagi,” beber Donati.

Berbeda dengan Bundesliga, Serie A Italia saat ini masih belum mendapati jadwal terbaru. Bahkan Donati mengklaim masih terjadi perdebatan dan pertimbangan di antara berbagai pihak terkait.

“Sedangkan Italia terjebak dalam omong kosong. Dua setengah bulan berlalu, Italia tak punya strategi yang disiapkan untuk sepakbola. Kami menjadi bahan lelucon. Situasi ini memalukan bagi kami yang bekerja di dunia sepakbola,” sambungnya.

Donati menegaskan saat ini belum ada kepastian terkait nasib Serie A musim ini. Situasi ini berbeda dengan di Inggris dan Spanyol yang kabarnya akan segera bergulir lagi. Sementara itu ia memuji Liga Prancis yang sudah dihentikan sebagai bagian dari kejelasan sikap otoritas setempat.

Man United Kirim Pesan Ini untuk Penggemar

Ada kemungkinan Liga Primer Inggris digelar kembali namun secara tertutup alias tanpa penonton. Klub-klub peserta pun sudah mengantisipasi bila hal tersebut terjadi. Tidak terkecuali Manchester United.

Pihak Setan Merah bahkan sudah mewanti-wanti kepada para penggemarnya untuk tidak datang ke stadion tempat pertandingan berlangsung. Sebagai gantinya pihak klub akan bekerja sama dengan para pihak terkait terkait kelancaran siaran langsung setiap pertandingan yang mereka lakoni.

Dalam surat elektronik yang dikirim kepada para penggemarnya, Setan Merah meminta kerja sama dari para penggemar setianya untuk mematuhi aturan dan protokol yang berlaku.

“Kami meminta kerja samanya agar tidak datang ke stadion di mana kami bermain,” ungkap pihak klub.

Lebih lanjut menurut Setan Merah dengan tidak datang ke stadion, para penggemar sudah memberikan kontribusi dan dukungan yang penting. Saat ini situasi masih belum benar-benar pulih. Wabah Corona atau Covid-19 masih mengintai.

“Dengan mendukung dari rumah dan mengikuti panduan pemerintah, Anda ambil bagian dalam menjaga teman-teman, keluarga, dan semua fans United agar tetap aman.”

Setan Merah mengatakan dengan tetap berada di rumah, para penggemar sudah ikut ambil bagian untuk menjaga kesehatan dan keselamatan bersama.

“Usaha bersama untuk tetap di rumah saja akan memberi kita kesempatan terbaik untuk melindungi kesehatan semua orang dalam komunitas kita.”

Saat ini tim-tim Liga Inggris sedang mempersiapkan diri. Otoritas sepak bola setempat sudah memberikan kelonggaran kepada masing-masing tim unguk mulai menggelar latihan.

Pelatih Newcastle United, Steve Bruce pun beranggapan yang sama. Menurutnya, waktu tersebut terlalu cepat.

“Kami perlu waktu persiapan yang cukup untuk membuat para pemain ini mencapai kondisi yang bagus atau mereka bakalan bertumbangan seperti tumpukan kartu,” beber Bruce.

Lebih lanjut ia mengatakan tidak hanya pemain, para pelatih pun merasakan kekhawatirkan yang sama. Menurutnya sedikitnya dibutuhkan enam pekan untuk mempersiapkan diri.

“Sebagian besar manajer punya kekhawatiran yang sama. Kami akan butuh setidaknya enam pekan. Saya tidak melihat situasi di mana kami bisa memainkan pertandingan sampai akhir Juni mendatang,” sambungnya.

Ia beralasan para pemain baru saja menjalani jeda yang cukup panjang, bahkan terpanjang yang pernah mereka alami. Sulit bagi seorang pemain untuk bisa langsung berkompetisi tanpa persiapan yang matang.

“Anda harus ingat bahwa mereka baru saja menjalani jeda delapan pekan dan itu mungkin jeda terpanjang yang pernah didapatkan sebagian pemain ini,” pungkasnya.

Coutinho Disebut Belum Bisa Lepas dari Momen Buruk bersama Barcelona

Nama Philippe Coutinho begitu dikenal saat memperkuat Liverpool. Bersama klub Liga Primer Inggris itu ia tampil cemerlang dan mampu mencuri perhatian banyak klub top Eropa. Barcelona akhirnya tertarik meminangnya.

Ternyata kepindahannya ke Barcelona justru menjadi antiklimaks. Performanya bersama Blaugrana tak secemerlang saat bermain untuk Si Merah. Situasi ini akhirnya terus membayanginya hingga akhirnya Coutinho dipinjamkan ke Bayern Muenchen.

Menurut mantan pemain Bayern Muenchen, Giovani Elber, Coutinho dilihat masih dibayangi momen buruk saat bersama Barcelona. Mantan pemain timnas Brasil itu menyebut pemain tersebut masih belum lepas dari situasi sulit yang dialami sebelumnya.

Saat datang ke Bundesliga Jerman, orang menaruh ekpektasi tinggi kepada Coutinho. Ia diharapkan mampu tampil baik sama seperti saat bermain untuk Liverpool. Namun kehadiran Coutinho di Jerman setelah mengalami situasi sulit di Barcelona.

“Saat Philippe datang ke Bayern, semua orang berharap akan melihat Coutinho yang sama seperti di Liverpool, di mana ia tampil luar biasa, tapi dia datang ke sini setelah main di Barcelona, saat kondisinya tak berjalan bagus untuknya,” beber Elber.

Lebih lanjut Elber mengatakan pengalaman ini sepertinya masih menghantuinya. Elber melihat pemain tersebut masih terus dibayangi pikiran yang tak semestinya ia pikirkan.

“Saya pikir hal tersebut masih terngiang di pikirannya. Dia seperti orang yang mudah terguncang saat semuanya tak berjalan lancar. Dia bukan berpikir seperti, ‘Saya Philippe Coutinho dan saya akan mengatasi masalah ini’.”

Secara pribadi ia melihat Coutinho sebagai sosok yang lambat untuk move on. Semestinya Coutinho bisa lebih agresif untuk melepaskan diri dari bayang-bayang masa lalu.

“Ada tipe orang yang yakin dirinya akan tampil bagus, dan ada orang yang mudah tertekan. Saya pikir Coutinho kurang agresif. Amat disayangkan karena ia sebetulnya pemain hebat,” sambungnya.

Untuk itu Elber memberikan sejumlah saran kepada penerusnya itu. Untuk saat ini Coutinho diminta untuk memulai dengan melakukan hal-hal mendasar secara baik dan benar. Sambil menata kepercayaan diri, ia perlu sejauh dapat mengurangi kesalahan-kesalahan yang tidak perlu di lapangan pertandingan.

“Saat dia mendapat bola, orang akan berpikir dia akan melakukan hal-hal ajaib, tapi dia kan tak bisa berharap melakukan itu terus-terusan,” saran Elber.

Saat ini Coutinho diminta untuk fokus pada tim sambil perlahan-lahan membangun kembali kepercayaan diri yang sempat terkoyak.

“Tapi untuk permulaan, ia perlu fokus kepada tim, membuat kesalahan sesedikit mungkin, dan meningkatkan kepercayaan dirinya. Saya pikir kadang-kadang ia kurang pede,” pungkasnya.

Eks Pelatih Arsenal: Laga Tertutup dalam Jangka Panjang Akan Merusak permainan

Saat ini berkembang berbagai spekulasi terkait nasib Liga Primer Inggris musim ini. Ada lampu hijau yang terlihat bahwa kompetisi tersebut akan dilanjutkan lagi. Namun demikian kelanjutan kompetisi tidak akan digelar seperti biasanya. Para penggemar tidak bisa datang untuk menyaksikan aksi tim kesayangannya dari dekat. Pertandingan demi pertandingan akan digelar secara tertutup.

Mantan pelatih Arsenal, Arsene Wenger pun angkat bicara terkait hal ini. Menurutnya pertandingan yang digelar secara tertutup tidak akan berlangsung dalam jangka panjang. Situasi ini hanya akan terjadi di musim ini karena situasi saat ini yang belum benar-benar kondusif setelah diserang wabah Corona atau Covid-19.

Seandainya pertandingan tertutup terus berlangsung hingga musim depan, Wenger menilai hal ini akan merusak kompetisi. Memang sulit membayangkan sebuah pertandingan sepak bola tanpa penonton, bukan?

“Akankah penerapannya (laga tertutup) bertahan dalam jangka panjang? Akankah itu merusak pertunjukan ini dalam jangka panjang, tanpa suporter? Saya yakin begitu,” beber Wenger.

Namun demikian untuk jangka pendek hal ini menjadi solusi terbaik. Namun ia berharap situasi ini hanya akan terjadi hingga akhir musim ini. Jangan sampai itu terus berlangsung hingga musim berikutnya.

“Tapi ini bisa menjadi sebuah solusi jangka pendek, bukan jangka panjang. Anda tak bisa membayangkah satu musim penuh tanpa penonton di stadion,” sambungnya.

Pria asal Prancis itu menegaskan hal ini merupakan keputusan terbaik saat ini. Ia belum melihat adanya solusi lain yang lebih baik.

“Itulah sebabnya saya meyakini ini solusi jangka pendek. Ini masihlah cara terbaik untuk mendapatkan putusan buat akhir musim. Ini lebih baik daripada keputusan lainnya,” tegasnya.

Saat ini sejumlah klub Liga Inggris sudah mulai berlatih. Namun demikian latihan digelar dalam pengawasan dan dengan menaati protokol secara ketat.

Untuk Liga Primer Inggris, Liverpool sudah berada di ambang juara. Klub berjuluk The Reds itu hanya butuh enam poin untuk mengklaim gelar juara. Saat ini Liverpool mantap di puncak klasemen sementara dengan keunggulan 25 poin dari Manchester City di urutan kedua.

Tentu hampir mustahil bagi para rival untuk menjegal Liverpool. Dengan skuad yang komplet dan sedang on fire seperti saat ini, sulit bagi tim-tim Inggris lainnya untuk menaklukkan mereka.

Namun demikian pesta juara Liverpool akan terganggu dengan situasi saat ini. Mereka tidak bisa berpesta di stadion yang dihadiri oleh para penggemar setianya. Pasalnya lanjutan Liga Primer Inggris akan berlangsung secara tertutup.

Pemerintah Beri Lampu Hijau untuk Liga Inggris Dimulai Lagi

Saat ini publik masih menanti kelanjutan Liga Primer Inggris musim ini. Apakah kompetisi tertinggi di jagad sepak bola Inggris itu akan berlanjut atau dihentikan? Sepertinya opsi pertama yang akan menjadi pilihan. Pasalnya belakangan ini mulai menunjukkan tanda-tanda bahwa kompetisi itu akan kembali bergulir.

Selain sejumlah klub Liga Inggris mulai berlatih, terkini sinyal positif juga berasal dari pemerintah Inggris. Melansir  Detik.com dari Tribuna, pemerintah Inggris dalam pertemuan yang berlangsung pada Kamis, 14 Mei 2020, memberikan izin untuk dimulai kembali kompetisi tersebut. Hanya saja kompetisi baru bisa dimulai bila situasi sudah memungkinkan. Tidak hanya itu unsur kesehatan dan keselamatan para pemain, pelatih, dan staf tetap menjadi pertimbangan utama.

“Pertemuan positif hari ini yang saya adakan dengan otoritas sepakbola menghasilkan rencana dimulainya kembali laga profesional di Inggris. Kami semua sepakat pertandingan dilanjutkan jika situasi sudah aman, serta kesehatan serta kesejahteraan para pemain, pelatih, dan staf menjadi prioritas utama,” beber Sekretaris Negara untuk Digital, Budaya, Media dan Olahraga Inggris, Oliver Dowden.

Lebih lanjut Dowden mengatakan pemerintah membuka pintu bagi kompetisi sepak bola untuk kembali bergulir pada Juni mendatang. Hal ini didasarkan pada pertimbangan keinginan penggemar untuk kembali menyaksikan tim-tim kesayangan bertanding serta aspek finansial.

“Pemerintah membuka pintu bagi kompetisi sepakbola untuk kembali bermain pada Juni. Ini mencakup perluasan akses buat penggemar untuk menyaksikan langsung laga dan memastikan keuangan yang diperoleh dari kembalinya pertandingan bisa mendukung keluarga sepakbola lebih luas,” sambungnya.

Selanjutnya menurut Dowden sinyal positif dari pemerintah itu tinggal ditindaklanjuti oleh otoritas sepak bola. Pihak otoritas sepak bola perlu memberikan persetujuan dan menyelesaikan berbagai detail rencana yang menyertai kembali bergulirnya kompetisi tersebut

“Kini semua tergantung otoritas sepakbola untuk menyetujuinya dan menyelesaikan detail dari rencana mereka. Ada niatan baik mencapai hal ini buat para penggemar, komunitas sepakbola dan negara secara keseluruhan,” lanjutnya.

Tidak sampai di situ. Pihak pemerintah akan terus mengawasi dan siap memberikan bimbingan dan bantuan untuk pertandingan sebelum keputusan dicapai.

“Pemerintah dan pakar-pakar medis akan terus menawarkan bimbingan dan bantuan untuk pertandingan sebelum keputusan akhir dicapai,” pungkasnya.

Sinyal dari pemerintah ini tentu menjadi kabar gembira bagi para penggemar sepak bola Inggris. Meski sang juara sudah diketahui, berbagai pertandingan lanjutan masih menarik dinanti. Aroma kompetisi untuk tim-tim promosi, degradasi hingga jatah tampil di pentas Eropa musim depan membuat kelanjutan Liga Inggris masih layak ditonton.

‘Arthur Harus Tetap di Barcelona’

Saat ini berhembus berbagai kabar terkait masa depan Arthur Melo. Pemain asal Brasil ini dikabarkan tengah menjadi incaran sejumlah klub. Salah satunya adalah Juventus.  Tidak hanya itu, Arthur pun dikabarkan masuk dalam paket negosiasi Barcelona untuk mendapatkan pemain Juventus, Miralem Pjanic.

Nama Arthur bersama Ivan Rakitic, Arturo Vidal, hingga Nelson Semedo masuk dalam proposal penawaran Barcelona agar membuat Juventus bisa melepas pemain depan mereka itu.

Terkait hal ini mantan pemain Barcelona, Rivaldo angkat bicara. Mantan pemain tim nasional Brasil itu meminta mantan klubnya untuk fokus menuntaskan musim ini alih-alih memikirkan transfer Pjanic.

“Rumor beredar Barcelona tertarik untuk mengontrak Pjanic. Meski dia pemain yang baik, saya percaya klub seharusnya lebih dulu fokus kepada pemain saat ini karena mereka masih akan bermain di LaLiga musim ini,” beber Rivaldo.

Lebih lanjut Rivaldo mengatakan aka nada saatnya bagi Barcelona untuk memikirkan soal transfer pemain. Menurut Rivaldo soal transfer juga penting agar klub bisa mendapatkan keseimbangan dalam tim. Perlu untuk mempertimbangkan jumlah amunisi yang dimiliki dengan peluang bagi mereka untuk mendapatkan menit bermain.

“Akan ada waktu untuk memikirkan transfer karena tentu akan ada yang harus pergi dan datang. Ini agar klub tak memiliki skuat yang terlalu besar dan membuat pemain tak memiliki kesempatan bermain,” sambungnya.

Terkait Arthur, Rivaldo justru menganjurkan Barcelona untuk tidak cepat-cepat melepasnya. Pemain muda berusia 23 tahun itu disebut-sebut sebagai calon bintang masa depan. Barcelona diminta untuk tetap menjaga pemain itu karena akan menjadi andalan bagi tim tersebut di masa mendatang.

“Pokoknya, saya masih berpikir Arthur harus tetap di Barcelona karena dia adalah pemain muda yang baru-baru ini tiba di klub. Dia akan segera menyegel tempatnya di tim utama dan mulai memenuhi potensinya,” sambungnya.

Patut diakui Arthur memang belum lama bersama Barcelona. Ia baru saja berlabuh dari Gremio pada musim lalu. Meski begitu pemain tersebut sudah mulai “nyetel” dengan tim. Ia mulai menunjukkan kualitasnya sebagai gelandang masa depan Barcelona.

Tentu Barcelona harus memikirkan aspek regenerasi bagi tim tersebut. Setelah era Andres Iniesta dan Xavi Hernandez, Barcelona masih terus mencari pemain dengan kualitas serupa. Barcelona masih butuh pemain dengan kemampuan menjadi pengatur serangan andal. Apakah Arthur adalah salah satu pemain yang dimaksud? Atau Barcelona masih harus mencari lagi? Kita lihat saja nanti.

Lewandowski Sarankan Haaland Tetap di Bundesliga

Nama Erling Haaland tengah dikaitkan dengan sejumlah klub top Eropa. Real Madrid disebut-sebut tengah meminati pemain Borussia Dortmund. Penampilan gemilang Haaland musim ini membuat banyak klub kepincut untuk menggunakan jasanya.

Namun demikian tidak sedikit yang meminta pemain berusia 19 tahun itu untuk bertahan. Salah satunya datang dari Robert Lewandowski. Pemain depan Bayern Muenchen itu menyarankan Haaland untuk tidak pergi ke mana-mana alias tetap bermain di Bundesliga.

Lewandowski beralasan, Haaland masih perlu mengasah kemampuannya. Usianya masih muda sehingga masih harus terus mengasah kemampuannya agar semakin berkembang. Pilihan untuk bertahan dengan Dortmund adalah tepat dalam rangka menempa potensi yang ia miliki.

“Dia punya potensi yang sangat besar, tapi masih punya waktu. Aku tidak ingin menaruh tekanan apapun kepada dia dengan komentarku,” beber Lewandowski.

Lebih lanjut striker internasional Polandia itu optimistis dengan masa depan Haaland. Menurut Lewandowski, bila Haaland serius dan bekerja keras maka ia akan menjadi pemain bintang di masa depan.

“Jika dia bekerja keras, dia bisa menjadi seorang pemain yang lebih baik dan pada akhirnya mencapai level tertinggi,” bebernya.

Lewandowski yang merupakan mantan pemain Dortmund itu mengatakan Haaland tak harus mengambil keputusan untuk segera pergi. Ia perlu memanfaatkan waktu yang lebih lama untuk mengembangkan diri di Bundesliga sebelum hengkang ke klub lain.

“Untuk itu akan bagus untuk dia kalau dia bertahan di Bundesliga lebih lama sebelum mengambil langkah berikutnya,” tegasnya.

Menanggapi rumor tersebut, Halaland santai. Ia mengatakan saat ini enggan memikirkan kabar tersebut dan lebih memilih fokus bersaa Dortmund yang belum lama dibelanya.

“Saya fokus ke sini, bukan ke perhatian yang mengarah ke saya. Saya berpikir tentang melakukan pekerjaan saya, yang mana merupakan hal yang paling saya sukai,” beber Haaland.

Lebih lanjut pemain berusia 19 tahun itu mengatakan ia ingin terus meningkatkan diri bersama Dortmund. Tren positif yang sudah dibuat ingin terus dijaga dan dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk semakin berkembang.

“Fokus saya ke hal ini. Tanpa diragukan lagi, saya memulai dengan baik di Dortmund. Saya berkonsentrasi untuk meningkatkan diri setiap harinya,” sambung.

Haaland mengatakan dirinya mencoba untuk memperbaiki diri dari waktu ke waktu. Dengan tekun mengembangkan diri bersama klub saat ini ia berharap bisa terus berkembang kea rah yang lebih baik.

“Saya melihat bahwa dengan menjaga detail-detail yang saya pelajari terus-menerus, saya mencoba untuk berada dalam kondisi sebaik mungkin,” tegasnya.

Serie A Kembali Bergulir 13 Juni, Ada Protokol Ketat yang Harus Ditaati

Kabar gembira bagi para penggemar Serie A. kompetisi sepak bola tertinggi di Italia itu akan kembali bergulir setelah sempat ditangguhkan karena wabah Corona atau Covid-19. Pertandingan demi pertandingan akan kembali digelar sejak 13 Juni 2020.

Tidak hanya itu untuk mendukung rencana tersebut, otoritas setempat juga mulai melonggarkan kebijakan terkait jaga jarak sosial dan jaga jarak fisik. Mulai pekan depan semua tim akan diizinkan untuk menggelar latihan dengan kontak fisik.

Meski begitu pemerintah Italia akan memberlakukan protokol ketat. Bahkan salah satu butir ketentuan bisa membut tim-tim peserta keder. Pasalnya dalam protokol tersebut bila sampai ada salah satu pemain atau staf yang positif Corona maka seluruh tim wajib menjalani karantina selama 15 hari. Tidak hanya karantina bagi seluruh tim, kompetisi juga akan dihentikan sepenuhnya.

“Tanpa diragukan lagi, kalau seseorang dinyatakan positif COVID-19 di dalam klub, semuanya berhenti. Karantina menjadi otomatis dan keseluruhan musim berhenti,” beber Wakil Menteri Kesehatan Italia Sandra Zampa.

Protokol ini tidak sedikit mendapat kecaman. Salah satu klub yang berkeberatan dengan aturan tersebut adalah Lazio. Klub itu menilai protokol ini sebagai sesuatu yang konyol.

Sebagaimana dikatakan kepala medis Lazio, Ivo Pulcini, protokol tersebut menggambarkan bahwa komite saintifik Italia tidak mendengar masukan dari pihak klub terutama dari staf medis.

“Dalam pandangan saya, menempatkan seluruh tim dan staf di tempat karantina jika satu orang dinyatakan positif itu benar-benar konyol. Komite saintifik tidak mau benar-benar mendengarkan pandangan dari pihak yang menangani medis di dunia sepakbola, yang sudah tahu betul kondisi di lapangan dan tidak cuma duduk-duduk saja,” beber Pulcini.

Lebih lanjut, Pulcini mengatakan mengkarantina seluruh tim adalah berlebihan. Bila sampai ada pemain atau staf yang positif Corona maka, cukuplah oknum bersangkutan yang dikarantina. Seluruh tim tidak harus dikarantina.

“Dalam kasus ini, biarkan kami yang mengambil tanggung jawab buat memutuskan agar anggota tim tak perlu seluruhnya dikarantina. Saya tidak masalah dengan hal tersebut,” sambungnya.

Selain itu Pulcini mengatakan pemerintah Italia mestinya belajar dari protokol yang diterapkan pemerintah Jerman di kompetisi Bundesliga yang akan kembali bergulir pada akhir pekan ini. Kebijakan di Bundesliga bertolak belakang dengan Italia yang mana bila ada pemain atau staf yang terjangkit Corona maka hanya yang bersangkutan yang wajib dikarantina atau diisolasi.