Blog

Ratu Tisha Disebut Berjasa di Balik Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20

Dunia sepak bola tanah air digemparkan dengan keputusan Ratu Tisha yang memilih mundur dari jabatan Sekretaris Jenderal PSSI. Keputusan itu diambil pada Senin, 13 April 2020. Melalui surat yang dikirimkan kepada PSSI, Tisha tak membeberkan alasan jelas terkait keputusan tersebut.

Pengunduran diri Tisha pun menuai banyak komentar. Salah satunya datang dari Wakil Ketua Umum PSSI Cucu Somantri. Menurut Cucu, wanita berusia 35 tahun itu diharapkan meraih kesuksesan di tempat yang baru.

Cucu sebenarnya menyayangkan keputusan yang diambil wanita berusia 35 tahun itu. Sosok  yang juga Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengatakan Tisha sudah memberikan banyak kontribusi bagi sepak bola tanah air. Salah satunya adalah keterpilihan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang.

“Tentu kita menyayangkan. Dia kan punya andil juga (sampai) kita bisa (menjadi) tuan rumah Piala Dunia U-20 2021,” beber Cucu.

Namun demikian Cucu menegaskan dirinya tak bisa mencegah apalagi melarang Tisha untuk mundur dan mengambil pilihan untuk mengabdi di tempat lain.

“Tapi itu pilihan dia ingin mengabdi di tempat lain. Kita tidak bisa mencegahnya. Semoga saja sukses di tempat lain. Dia kan masih muda,” beber Cucu.

Sementara itu Ketua Umum PSSI, Iwan Bule, mengatakan dirinya menghargai keputusan Tisha. Ia pun mengucapkan terima kasih mewakili PSSI kepada Tisha atas pengabdiannya selama ini.

“Saya menghargai keputusan dari saudari Ratu Tisha. PSSI mengucapkan terima kasih kepada Ratu Tisha atas pengabdiannya sebagai Sekjen,” beber Iwan Bule.

Kabar mundurnya Tisha sebenarnya sudah berhembus sebelumnya. Ternyata desas-desus tersebut menjadi nyata.

Dalam keterangannya setelah pengunduran diri itu, Tisha mengatakan dirinya sudah ikut melakukan sejumlah hal untuk sepak bola Indonesia.

“Bersama-sama kita telah memeriahkan kursus kepelatihan dan perwasitan di berbagai provinsi, memutar rantai Amatir dan Elit Usia Muda, membangun kerjasama dengan federasi kelas dunia,” ungkap Tisha memberi contoh.

Selain itu ia juga menyebut keterpilihan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 sebagai salah satu bagian dari kontribusinya.

“Lalu menghidupkan lini usaha kreatif, mengibarkan kembali sepakbola putri, dan puncaknya adalah terpilihnya Indonesia sebagai Tuan Rumah Piala Dunia U-20,” sambungnya.

Ia mengatakan bahwa kecintaannya pada dunia sepak bola tak akan memudar.

Kane Memang Cinta Spurs, Tapi…

Masa depan Harry Kane bersama Tottenham Hotspur sempat dikabarkan suram. Pemain internasional Inggris itu disebut-sebut akan mengambil keputusan untuk meninggalkan klub tersebut. Hal ini tidak lepas dari prestasi Spurs yang tak kunjung menghasilkan trofi.

Saat ini Spurs ditangani oleh Jose Mourinho, menyusul masa kepelatihan Mauricio Pochettino. Di tangan Pochettino, Spurs nyaris meraih gelar bergengsi di antaranya Liga Champions Eropa. Namun demikian hingga kini Spurs masih terus paceklik gelar.

Sebagai pemain profesional, mencari klub lain yang berpeluang besar meraih gelar adalah hal yang lumrah. Apalagi Kane merupakan salah satu pemain bintang dunia. Dimitar Berbatov mengatakan lumrah bagi Kane untuk mencari klub lain alih-alih merasa frustrasi dengan prestasi klub.

“Saya sudah membaca komentar Harry Kane soal dia mencintai klubnya, tapi kalau tidak memenangi trofi juga maka akan pindah. Artinya, dia tahu apa yang dia mau,” beber Berbatov.

Berbatov merupakan salah satu pemain yang mampu meraih prestasi saat hijrah dari Spurs. Setelah meninggalkan Spurs, pemain asal Bulgaria itu bergabung dengan Manchester United. Di klub tersebut ia mampu meraih sejumlah gelar.

Menurut Berbatov keputusan ada di tangan Kane. Ia meminta Kane untuk mendengar kata hatinya.
“Kane harus mendengarkan kata hatinya sendiri, keputusan ada di tangannya,” sambungnya.

Selain itu Berbatov mengatakan dirinya pernah mengambil keputusan penting. Ia melakukannya seperti yang kini dikatakan pada Kane yakni dengan mendengar kata hatinya. Ia mengatakan saat mengambil keputusan itu ia sempat mengecewakan banyak orang. Namun ia bertanggung jawab atas apa yang diputuskan.

“Saya pun dulu mengikuti kata hati saya dan saya tahu ada orang-orang yang tidak suka. Namun, saya harus menentukan jalan sendiri dan situasi saya saat itu sama seperti Harry Kane saat ini,” sambungnya lagi.

Mantan pemain Manchester United, Rio Ferdinand mengatakan Kane layak bergabung dengan Manchester United. Sosok seperti Kane merupakan pemain yang cocok untuk Setan Merah.

“Harry Kane punya banyak rekor gol tapi tidak memiliki piala yang dimenangi. Dia frustasi,” beber Ferdinand.

Saat ini Kane menjadi salah satu pemain yang diincar banyak klub besar. Selain Manchester United, pemain tim nasional Inggris itu juga masuk dalam incaran klub-klub besar La Liga dan Serie A. beberapa dari antaranya adalah Real Madrid dan Juventus. Meski begitu Kane dinilai lebih pas bersergam Setan Merah.

“Mungkin Juventus dan Real Madrid menginginkannya. Tapi menurutku, Harry Kane sempurna untuk Manchester United,” beber Ferdinand.

Kepada Aubameyang: Rumput Tetangga Tidak Selalu Lebih Hijau

Saat ini Pierre-Emerick Aubameyang disebut-sebut akan meninggalkan Arsenal. Pemain berdarah Afrika itu dinilai tak lagi betah di Emirates Stadium. Meski begitu, sejumlah pihak meminta agar mantan pemain Borussia Dortmund itu tak mengambil keputusan secara terburu-buru. Ia diminta berhati-hati sebelum mengambil keputusan penting.

Saran ini datang dari mantan pemain Arsenal, Paul Merson. Menurut Merson, Aubameyang harus memikirkan matang-matang sebelum mengambil keputusan. Mengambil salah satu perumpamaan terkenal, ia menyebut rumput tetangga tak selalu lebih hijau.

“Rumput tetangga tak selalu lebih hijau, anda harus berhati-hati. Aubameyang saat ini ada di usia di mana dia akan bermain setiap pekan untuk Arsenal,” beber Merson.

Lebih lanjut ia mengambil contoh bagaimana situasi yang terjadi di klub lain. Bila ia gagal bermain baik dalam empat atau lima laga maka pintu keluar akan terbuka lebar. Ia tak segan-segan akan ditendang keluar.

“Andai dia pindah ke, katakanlah, Manchester United atau ke manapun, empat atau lima kali ia bermain buruk, anda keluar dari tim,” sambungnya.

Merson menyarankan Aubameyang untuk tetap bertahan di Arsenal. Apalagi kini usianya sudah kepala tiga. Saat menuju gantung sepatu semakin dekat. Bila ia mampu bertahan di Arsenal dan melewatkan dua atau tiga musim lagi maka ia akan bisa lebih menikmati pertandingan.

“Dia akan bermain setiap pekan di Arsenal dan saat anda menuju akhir karier anda, dua atau tiga tahun lagi, anda harus menikmati sepakbola dan bermain,” bebernya lagi.

Saat ini performa Aubameyang sedang mentereng bersama skuad Gudang Peluru. Sejak datang dari Jerman, ia mampu mencetak 61 gol dalam 97 penampilan di semua kompetisi. Bahkan di musim ini ia mampu mencetak 20 gol dalam 32 pertandingan di semua level kompetisi.

Namun demikian di level Liga Primer Inggris, Arsenal terus berjuang untuk menjadi klub papan atas lagi. Dalam beberapa musim terakhir Arsenal mengalami krisis sehingga tak mampu berbicara banyak di pentas Liga Primer Inggris.

Hal ini berdampak pula di pentas Eropa. Gagal menembus papan atas alias zona Liga Champions membuat skuad Gudang Peluru harus puas tampil di turnamen kasta kedua yakni Liga Europa.

Saat ini harapan para penggemar Arsenal terkait masa depan tim yang lebih baik digantungkan kepada Mikel Arteta. Ya, ia adalah pelatih anyar Arsenal setelah kepergian Arsene Wenger dan Unay Emery. Di tangan Arteta, Arsenal diharapkan bisa bangkit.

 

Benzema Bisa Lakukan Hal Luar Biasa di Madrid Tapi Tidak di Timnas

Karim Benzema sempat terlibat polemic dengan Olivier Giroud beberapa waktu lalu. Hal ini dipicu oleh komentarnya yang menyebut Giroud seperti gokart. Sementara dirinya disebut seperti mobil F1.

Terkait hal ini sejumlah pihak pun angkat bicara. Salah satunya adalah mantan pemain tim nasional Prancis, Bixente Lizarazu. Menurut Lizarazu, komentar Benzema itu merupakan luapan rasa frustrasi. Rasa frustrasi itu lebih karena kegagalannya untuk memperkuat tim nasional Prancis.

“Benzema mengekspresikan rasa frustrasinya pada Timnas Prancis,” beber Lizarazu.

Sebagaimana diketahui nama Benzema sudah lama dicoret dari tim nasional Prancis. Ia bahkan tak menjadi andalan bagi Prancis saat menjadi juara Piala Dunia 2018. Padahal saat itu performnya sedang oke.

Benzema sempat terlibat ketegangan dengan pelatih tim nasional Prancis, Didier Deschamps. Bahkan ia juga menyerang Presiden Federasi Sepak Bola Prancis, Noel Le Graet karena tidak masuk dalam skuad Prancis di Piala Dunia 2018.

Sebagai ganti Benzema, Deschamps pun memasukan Giroud. Ia menjadi andalan di lini depan untuk mendampingi sejumlah pemain muda seperti Kylian Mbappe. Tanpa Benzema, Prancis sukses menjadi juara dunia.

Menurut Lizarazu, performa Benzema di level klub memang luar biasa. Ia bermain apik bersama Real Madrid. Sayangnya hal yang sama tak bisa dilakukan di level tim nasional.

“Apa yang dia lakukan di Madrid itu luar biasa dan dia tak bisa melakukannya bersama The Blues,” sambungnya.

Sementara itu Lizarazu mengatakan absennya Benzema mampu diisi oleh Giroud. Dan menurut Lizarazu, Giroud tak perlu mengatakan apapun untuk menunjukkan hal itu.

“Tapi, Giroud yang membayar itu (rasa frustrasi Benzema), dan dia tak perlu melakukan apapun atas hal itu,” tegasnya.

Mula-mula Benzema yang mengeluarkan sindiran yang menyebut dirinya ibarat mobil F1, sementara Giroud tak ubahnya mobil gokart.

“Kalian tidak menyamakan F1 dengan gokart. Dan ini saya lagi baik. Saya yang F1,” beber Benzema.

Komentar ini kemudian berkembang luas. Muncul komentar hingga analisis untuk membedah pernyataan tersebut. Apakah benar analogi tersebut? Apakah Benzema lebih moncer ketimbang

Presiden France Football Federation, Noel le Graet sudah mengatakan dengan jelas terkait masa depan pemain Real Madrid itu di tim nasional.

“Bagi saya Benzema adalah pemain yang hebat dan kualitasnya sudah terbukti. Dia membuktikannya bersama Real Madrid, tapi petualangannya di timnas Prancis sudah tamat,” beber Graet.

Nasib Liga Champins dan Liga Europa, UEFA: Semua Ingin Turnamen Diselesaikan

Saat ini pihak Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) sedang berpikir keras untuk mendapatkan solusi terkait nasib kompetisi-kompetisi di Eropa. Dua dari antaranya adalah Liga Champions Eropa dan Liga Europa.

Berbagai opsi sedang dipertimbangkan. Bahkan ada dari antaranya yang tak biasa. Salah satunya adalah memainkan konsep final four. Hal ini sebagaimana yang sudah diterapkan Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) terhadap kompetisi Piala Super Spanyol musim ini.

“Tidak ada yang dikesampingkan, tidak ada kemungkinan yang tertutup. Yang kita perlukan adalah menemukan solusi yang sehat,” ungkap Presiden RFEF, Luis Rubiales.

Lebih lanjut Rubiales mengatakan setiap orang ingin agar kompetisi musim ini dituntaskan. Namun untuk memastikan itu terselesaikan maka faktor keselamatan adalah hal penting yang harus dipertimbangkan.

“Semua orang ingin turnamen diselesaikan. Tapi itu hanya terjadi kalau kita bisa menjamin bahwa semuanya akan sepenuhnya terlindungi,” sambungnya.

Final four dinilai sebagai salah satu pilihan yang bisa diambil. Mengingat waktu terus bergulir dan pihak UEFA memiliki waktu semakin sedikit. Ia yakin dengan sumber daya manajemen yang ada di tubuh UEFA langkah terbaik bisa diambil.

“(Final four) adalah sebuah opsi, karena semakin lama begini, semakin sedikit tanggal yang tersedia sehingga kami harus mulai menggunakan imajinasi. Kita punya direktur kompetisi yang luar biasa, kita punya sekretaris jenderal,” sambungnya.

Selanjutnya ia mengatakan dari berbagai opsi atau pilihan itu pada akhirnya akan diambil salah satunya. Prosesnya adalah komite eksekutif akan melakukan pemungutan suara untuk mengambil langkah-langkah atau opsi terbaik.

“Kami semua mencari solusi dan ketika momennya tiba, komite eksekutif akan memungut suara terkait apa yang perlu dilakukan dengan liga-liga. Semuanya akan dilakukan dengan pemungutan suara,” tegasnya.

Presiden UEFA, Aleksandar Ceferin pun berpendapat memaksakan kompetisi tersebut dilanjutkan meski tanpa penonton sekalipun adalah pilihan yang bisa diambil. Hal ini dinilai lebih baik dari pada kompetisi musim ini tak menentu.

“Kami sedang menunggu perkembangan dari situasi mengerikan ini di dunia, dan terutama di Eropa,” beber Ceferin.

Lebih lanjut ia mengatakan opsi ini bukan yang terbaik. Sulit membayangkan pertandingan sepak bola tanpa penonton.

“Sepakbola memang tidak sama tanpa fans, tapi sudah pasti lebih baik bermain dengan fans daripada tanpa mereka. Faktanya memang sepakbola sepenuhnya tidak sama tanpa penonton.”

Namun demikian baginya lebih baik mengambil kebijakan tersebut, ketimbang tidak memainkan sama sekali. Para penonton bisa menyaksikan laga-laga tersebut melalui saluran televisi.

La Liga Diyakini Kembali Bergulir Juli Mendatang

Saat ini para pencinta sepak bola dunia tentu bertanya-tanya kapan kompetisi sepak bola di berbagai negara bisa kembali bergulir, tidak terkecuali La Liga Spanyol. Pandemi corona atau Covid-19 yang masih terjadi membuat pertanyaan itu belum juga mendapat jawaban pasti.

Namun demikian untuk La Liga sudah mendapat sedikit gambaran kapan bisa bergulir lagi. CEO Mediapro memberikan informasi bahwa kompetisi tersebut bakal bergulir lagi pada Juli mendatang. Mediapro merupakan pemegang hak siar Liga Spanyol.

Sebagaimana dikatakan CEO Mediapro, Jaume Roures, dirinya berharap kompetisi tersebut kembali bergulir pada Juli 2020 nanti. Ia mengatakan hal ini dengan mempertimbangkan kesehatan semua orang.

“Saya berharap sepak bola kembali digulirkan pada Juli. Saya katakan Juli karena mempertimbangkan kondisi kesehatan semua orang,” beber Roures.

Lebih lanjut ia menyarankan sebelum kompetisi resmi dimulai, klub-klub peserta sebaiknya menggelar pramusim. Hal ini penting untuk membuat para pemain bisa mendapatkan kembali ritme setelah beberapa lama tak beraktivitas di lapangan sepak bola alias di rumah saja.

“Pastinya akan kembali digelar tanpa penonton. Sebaiknya sebelum itu bergulir, mereka melakukan pra-musim. Setelah sekian lama di rumah, mereka tidak bisa langsung bermain dan seolah-olah tak ada yang terjadi,” sambungnya.

Meski begitu pandangan Roures ini didasarkan pada asumsi pribadi. Belum ada penelitian valid dan ilmiah terkait kapan wabah tersebut benar-benar akan berakhir. Ada juga kemungkinan terburuk yakni para pemain tidak bisa menyelesaikan musim kompetisi ini. Hal ini berlaku untuk para pemain yang masih berstatus positif corona.

“Jika dalam tes lanjutan La Liga ada pemain yang kembali positif Virus Corona, mereka harus menyerah dan mengucapkan selamat tinggal pada musim ini,” tegasnya.

Saat ini klub-klub peserta sedang berjuang menghadapi terpaan wabah corona. Begitu juga para pemain. Bahkan sejumlah klub La Liga mengambil kebijakan untuk memangkas gaji karyawan. Salah sejumlah klub yang mengambil kebijakan tersebut di antaranya Atletico Madrid.

Sebagaimana dikatakan CEO Atletico, Gil Marin, saat ini pihaknya memangkas gaji dengan melihat kondisi yang terjadi saat ini.

“Situasi seserius ini memaksa kami membuat keputusan sulit yang dibutuhkan untuk kebaikan klub. Saya ingin berterima kasih kepada semua orang di klub atas usaha spesialnya selama masa-masa sulit ini,” beber Marin.

Lebih lanjut Marin mengatakan hal ini ditempuh untuk menjamin kondisi finansial klub.

“Sayangnya, dan dengan tujuan utama menjamin keberlangsungan klub, kami terpaksa meminta pemotongan gaji sementara untuk profesi yang tidak bisa menjalankan tugasnya karena situasi darurat di negara ini, karena mereka menghentikan aktivitas sepenuhnya, begitu juga mereka yang jam kerjanya berkurang.”

Kane Disebut Layak Gabung Manchester United

Kemampuan Harry Kane tak diragukan lagi. Bintang Tottenham Hotspur itu sudah menjelma menjadi salah satu bintang dunia. Tidak hanya itu ia pun menjadi salah satu pemain dengan banderol harga tinggi saat ini.

Meski begitu Kane belum juga meraih gelar bersama klubnya saat ini. Untuk itu pilihan meninggalkan klub tersebut dan berlabuh dengan klub besar lainnya dinilai tepat. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh mantan pemain Manchester United, Rio Ferdinand.

Sosok yang dikenal sebagai bek tangguh tersebut menyarankan Kane untuk pindah ke klub Liga Inggris lainnya. Klub itu tidak lain adalah mantan klubnya, Manchester United.

Menurut Ferdinand, Kane memang menorehkan banyak rekor gol, namun ia belum mampu meraih gelar bersama klub tersebut. Hal ini membuatnya frustrasi.

“Harry Kane punya banyak rekor gol tapi tidak memiliki piala yang dimenangi. Dia frustasi,” beber Ferdinand.

Saat ini Kane menjadi salah satu pemain yang diincar banyak klub besar. Selain Manchester United, pemain tim nasional Inggris itu juga masuk dalam incaran klub-klub besar La Liga dan Serie A. beberapa dari antaranya adalah Real Madrid dan Juventus. Meski begitu Kane dinilai lebih pas bersergam Setan Merah.

“Mungkin Juventus dan Real Madrid menginginkannya. Tapi menurutku, Harry Kane sempurna untuk Manchester United,” beber Ferdinand.

Bila Kane bergabung dengan United maka lini depan klub tersebut akan sangat berbahaya. Kane akan menyempurnakan lini serang Setan Merah yang kini dihuni Anthony Martial dan Marcus Rashford. Namun demikian Ferdinand menyadari mahar untuk mendapatkan Kane jelas tidak murah.

“Mungkin harga Harry Kane kini sekitar 100-an juta euro,” tegas Ferdinand.

Sementara itu terkait masa depan di Tottenham Hotspur Stadium, Kane pernah mengutarakan isi hatinya. Kane mengatakan dirinya selalu mencintai Spurs. Ia mengisyaratkan akan hengkang bila klub tak juga mampu meraih prestasi.

“Saya selalu mencintai Spurs, tapi itu hal yang berbeda ya. Saya selalu katakan jika saya merasa kami tidak berkembang sebagai tim atau menuju arah yang lebih baik, saya tentu tak mau begitu saja bertahan,” beber Kane.

Lebih lanjut ia mengatakan dirinya merupakan sosok ambisius. Masa depannya bersama Spurs tentu bergantung pada prestasi klub tersebut.

“Saya pemain yang ambisius, saya ingin menjadi lebih baik lagi. Saya mau menjadi pemain top sekali, jadi ini semua tergantung ada tim dan seberapa jauh perkembangannya. Jadi, bukan berarti saya akan bertahan di sini selamanya,” tegasnya.

Menurut anda, bila hengkang, klub mana yang lebih tepat untuk Kane?

Liverpool Diminta Tak Halangi Salah Tampil di Piala Afrika

Liverpool diminta untuk tidak menghalangi Mohamed Salah tampil di Piala Afrika. Turnamen bergengsi di benua Afrika itu baru akan bergulir tahun depan. Namun demikian Liverpool sudah diwanti-wanti untuk tidak mengeluarkan larangan kepada para pemain untuk ambil bagian di kompetisi internasional.

Hal ini seperti dikatakan oleh mantan pemain Mesir, Mido. Menurutnya pemain bintang seperti Salah harus tampil di pesta sepak bola terbesar di Afrika.

“Salah harus pergi dengan Mesir ke Piala Afrika, dan Liverpool tidak punya hak untuk bilang tidak. Ada aturan FIFA dan mereka tidak bisa menghalangi Salah bergabung dengan tim nasional dengan alasan apapun,” bebernya.

Lebih lanjut ia mengatakan banyak pemain yang berlaga di Liga Inggris bisa tampil di kejuaraan-kejuaraan sebelumnya seperti Piala Afrika 2019 lalu. Apalagi turnamen itu digelar pada musim panas.

“JIka Salah menolak pergi, maka ini adalah satu-satunya alasannya [ditahan Liverpool]. Semua pemain Afrika punya masalah ini ketika di Inggris, jadi saya senang ketika Piala Afrika 2019 digelar pada musim panas,” lanjutnya.

Mido beralasan bila Piala Afrika kembali digelar pada musim panas maka tidak ada alasan bagi pihak klub untuk tidak memberi izin kepada para pemainnya. Pasalnya saat itu musim kompetisi sudah berakhir.

“Hal itu akan menjaga bintang-bintang Afrika terhindar dari masalah dengan klubnya, tapi konfederasi Sepakbola Afrika memilih kembali ke jadwal yang lama,” sambungnya.

Saat ini Salah merupakan salah satu pemain kunci Liverpool. Kehadirannya bersama Sadio Mane dan Roberto Firmino di lini depan membuat Liverpool menjadi klub yang disegani tidak hanya di pentas Liga Inggris tetapi juga di pentas Eropa.

“Salah tentu saja penting, buat tim nasional kami dan tim Olimpiade. Pemain dengan pengalaman dan kepemimpinannya, dia bisa membuat perbedaan,” lanjutnya.

Kehadiran Salah, demikian Mido akan memberikan warna tersendiri bagi Piala Afrika. Termasuk juga bila Salah bisa ambil bagian di ajang besar lainnya seperti Olimpiade.

“Dia akan menjadi salah satu pemain penting di turnamen, bukan cuma untuk Mesir. Terlebih Olimpiade akan digelar pada musim panas 2021,” tegasnya.

Saat ini Salah dan para pemain sepak bola lainnya tak bisa merumput seperti biasa. Pasalnya kompetisi Liga Primer Inggris tengah dihentikan akibat wabah corona atau Covid-19.

“Tentu saja, Salah akan kecewa, seperti semua orang di Liverpool jika musim ini dibatalkan. Tapi mereka akan mengatasinya. Sekalipun musim dibatalkan demi hukum, mereka akan menjadi favorit lagi musim depan. Hidup tidak berhenti,” beber Mido.

FIGC: Prioritas Utama Tuntaskan Musim Serie A

Saat ini hampir semua kompetisi sepak bola terhenti. Tidak kecuali Serie A Italia. Banyak spekulasi berhembus. Tidak hanya terkait kapan kompetisi itu kembali bergulir. Termasuk juga soal kemungkinan bila kompetisi tak terselesaikan, siapa yang pantas mendapat Scudetto.

Federasi Sepakbola Italia (FIGC) berharap musim ini tetap bisa diselesaikan. Sebagaimana dikatakan Presiden FIGC, Gabriele Garvina, saat ini ada sejumlah kemungkinan terkait waktu kembali bergulirnya Serie A.

“Prioritas utama adalah menuntaskan musim. Rencananya sih dimulai 20 Mei atau awal Juni, lalu berakhir Juli,” beber Garvina.

Lebih lanjut Garvina mengatakan tidak menutup kemungkinan Serie A akan kembali bergulir pada Agustus atau September mendatang. Prinsipnya, ia tak suka bila harus mengorbankan musim berikutnya akibat tak menentunya jadwal musim ini.

“Ada kemungkinan juga berakhir Agustus atau September. Saya ingin bilang bahwa saya tidak suka jika harus mengorbankan musim lainnya untuk menuntaskan musim ini,” lanjutnya.

Ia menegaskan agak susah untuk membatalkan musim ini. Menurutnya situasi ini sulit dan rumit, termasuk juga tak adil bila harus sampai membatalkan kompetisi.

“Saya rasa membatalkan musim ini agar rumit. Ini akan terasa tidak adil, yang akan berujung tuntutan hukum nantinya karena kondisi darurat.”

Demikian juga bila sampai kompetisi benar-benar terhenti dan siapa yang berhak mendapat gelar juara. Menurutnya sekalipun diberikan gelar Scudetto, Juventus, sebagai tim penghuni urutan pertama di tabel klasemen sementara, tidak akan sudi untuk menerimanya.

“Memang cuma Scudetto yang perlu dibereskan dan saya yakin Juventus pun tidak suka solusi itu,” tegasnya.

Legenda Juventus Puji Gelandang Man City Ini

Pesona Kevin De Bruyne memang kemilau. Sejak bergabung dengan Manchester City sepak terjang pemain internasional Belgia itu mendapat perhatian luas. Bahkan kemampuan pemain tersebut smapai disejajarkan dengan sejumlah bintang dunia seperti Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

Penilaian tersebut dikemukakan oleh mantan pemain timnas Italia, Alessandro Del Piero. Sosok yang pernah berseragam Juventus itu menilai De Bruyne merupakan salah satu pemain dengan kemampuan luar biasa.

“Untuk menentukan pemain terkuat, Anda harus memperinci dalam hal apa. Selain nama-nama keramat seperti Messi, Cristiano Ronaldo, dan Neymar, yang menarik perharian dari segala sisi, ada pemain dengan kedalaman luar biasa, Kevin De Bruyne,” beber Del Piero.

“Kevin De Bruyne begitu menakjubkan untuk memberikan assist, sedangkan Jordan Henderson melakukan pekerjaan hebat di lini tengah. Kalau mereka saling main bareng, wow,” beber Jamie Redknapp.

Lebih lanjut mantan pemain timnas Inggris itu mengakui kemampuan De Bruyne dalam memberikan assist kepada para pemain lain. De Bruyne pun sudah membuktikan dirinya sejauh ini hingga digelari sebagai raja assist di Liga Primer Inggris.

“Dia bisa menguasai bola dengan tenang, lalu membaca pergerakan lawan. Dia bisa mengoper di sela-sela bek dan punya visi yang fenomenal, itulah yang membedakan dia dengan gelandang lain,” aku Jamie Redknapp.

Sementara itu Henderson di mata Jamie Redknapp sebagai sosok yang mampu tampil sebagai pemimpin. Selain itu pemain internasional Inggris itu mampu menjaga keseimbangan di lini tengah. Saking pentingnya Henderson, ia sampai disebut sebagai nyawa bagi Liverpool.

“Henderson sungguh seorang pemimpin dan bisa memotivasi tim. Dia adalah nyawanya Liverpool,” ungkapnya lagi.

Andaisaja De Bruyne mampu bertandem dengan Henderson maka jelas Liverpool akan menjadi klub yang kian disegani. De Bruyne akan memanjakan trisula maut di lini depan yakni Roberto Firmino, Sadio Mane, dan Mohamad Salah. Tanpa De Bruyne ketiga pemain itu sudah begitu menakutkan, bagaimana bila di belakang mereka ada Kevin De Bruyne?

Tentu tidak mudah bagi Liverpool untuk mendapatkan tanda tangan pemain asal Belgia itu. Saat ini De Bruyne menjadi salah satu pemain kunci tim besutan pelatih Pep Guardiola. Kehadiran De Bruyne masih menjadi penting sebagai pelayan untuk sejumlah pemain depan hebat di tim tersebut seperti Sergio Aguero, Raheem Sterling, hingga Gabriel Jesus.

Sejak bergabung tahun 2015, De Bruyne sudah membukukan sebanyak delapan trofi untuk City. Semuanya digapai De Bruyne di level domestik. Tentu De Bruyne akan terus berkilau selama mendapat perhatian dan kesempatan dari pelatih City, Pep Guardiola.