‘Kecemerlangan Sarri Terlambat Datang’

Bagaimana sepak terjang Maurizio Sarri bersama Juventus? Apakah mantan pelatih Chelsea itu sudah memberikan banyak perubahan pada tim?

Ternyata di mata Marcello Lippi, keberadaan Sarri bagi Juventus memiliki ciri tersendiri. Lippi merupakan pelatih kawakan yang pernah menangani sejumlah klub top Italia. Lippi melayangkan kritik terkait sikap pelatih Juventus itu belakangan ini.

Lippi mengatakan Sarri harus bisa mendengar pendapat dari para pemain Juventus, terutama para pemain bintang. Ia mengatakan bila Sarri tak melakukan hal itu maka susah untuk mendapatkan skuad terbaik.

“Saya pikir ketika Anda berada di tim besar, pendapat para pemain hebat penting. Seorang jenderal yang memaksakan dirinya secara ironis tidak pernah mendapatkan yang terbaik dari tentaranya,” beber Lippi.

Lebih lanjut ia mengatakan kecemerlangan pelatih tersebut seperti datang terlambat. Terkait pertandingan yang akan dilakoni menghadapi Bologna di pentas Serie A Italia, Lippi mengingatkan Sarri untuk tak sampai anggap enteng.

“Pagi ini, saya membaca beberapa pernyataan Sarri, mungkin kecemerlangannya lambat datang. Juventus pasti harus kembali mencetak gol dan menang. Itu tidak mudah, Bologna adalah tim yang sangat ambisius dan sangat menuntut. Ini akan sangat sulit,” sambungnya.

Sementara itu Sarri angkat bicara terkait kegagalan mereka di pentas Coppa Italia. Pertandingan kontra Bologna bisa menjadi titik balik untuk mengembalikan kepercayaan diri para pemain.

“Kehilangan trofi selalu menyakitkan, itulah situasinya dan kami tidak boleh menyalahkan diri sendiri,” beber Sarri.

Lebih lanjut ia mengatakan para pemain harus bisa bangkit setelah gagal meraih trofi Coppa Italia. Ia meminta para pemain untuk tidak tenggelam dalam kesedihan karena kegagalan itu.

“Saya meminta para pemain untuk tidak membiarkan diri mereka teralihkan oleh apa pun atau memikirkan apa yang mungkin terjadi, karena apa yang terjadi sudah terjadi,” lanjutnya.

Sementara itu Sarri mengatakan bahwa performa timnya saat ini dipengaruhi oleh kekosongan pertandingan selama beberapa bulan karena wabah Corona atau Covid-19.

“Pasti akan sulit setelah berhenti selama 70 hari, kehilangan ketajaman, kebugaran, dan akselerasi. Tidak ada dalam situasi ini yang normal.”

Lebih lanjut ia berharap bahwa perlahan-lahan timnya bisa mendapatkan kembali ketajaman seiring bergulirnya kembali kompetisi. Situasi ini menurutnya terjadi hampir di semua tim.

“Kekurangan gol bisa menjadi masalah ketajaman secara umum, karena kami menguasai bola untuk waktu yang lama dan mengendalikan permainan, tetapi tidak bisa menyelesaikan peluang kami. Melihat kualitas dalam skuad, saya tidak bisa membayangkan bakal berjuang di depan gawang untuk waktu yang lama,” pungkasnya.

Hadapi Bologna, Momentum Juventus Lampiaskan Kegagalan di Coppa Italia

Juventus akan menghadapi Bologna dalam lanjutan pertandingan Serie A Italia. Laga ini akan berlangsung pada Selasa, 23 Juni 2020 dini hari WIB.

Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi Juventus untuk melampiaskan kegagalan di final Coppa Italia. Juventus kalah dalam adu penalti dengan Napoli yang akhirnya keluar sebagai juara.

Di sisi lain pertandingan ini menjadi momentum bagi Nyonya Tua untuk menjauh dari kejaran Lazio. Saat ini Juventus berada di urutan teratas dengan raihan total 63 poin. Juventus hanya unggul satu angka dari Lazio di urutan kedua. Bila mampu memenangi laga ini maka Juventus akan berjarak lima angka dari pesaing terdekat itu sekaligus menjaga asa untuk mempertahankan scudetto yang direbut musim lalu.

Selain bertujuan menjauh dari kejaran Lazio, laga ini menjadi pembuktian Juventus kembali ke jalur positif setelah gagal meraih kemenangan dalam dua laga terakhir. Selain bermain imbang tanpa gol dengan AC Milan, Juventus pun takluk dari Napoli di Coppa Italia.

“Kehilangan trofi selalu menyakitkan, itulah situasinya dan kami tidak boleh menyalahkan diri sendiri,” ungkap Maurizio Sarri terkait kegagalan Juventus di final Coppa Italia.

Lebih lanjut pelatih Juventus itu mengatakan para pemain harus bisa bangkit setelah gagal meraih trofi Coppa Italia. Ia meminta para pemain untuk tidak tenggelam dalam kesedihan karena kegagalan itu.

“Saya meminta para pemain untuk tidak membiarkan diri mereka teralihkan oleh apa pun atau memikirkan apa yang mungkin terjadi, karena apa yang terjadi sudah terjadi,” lanjutnya.

Sementara itu Sarri mengatakan bahwa performa timnya saat ini dipengaruhi oleh kekosongan pertandingan selama beberapa bulan karena wabah Corona atau Covid-19.

5 Pertemuan Terakhir Kedua Tim:

20-10-2019 Juventus 2-1 Bologna (Serie A)

24-02-2019 Bologna 0-1 Juventus (Serie A)

13-01-2019 Bologna 0-2 Juventus (Coppa Italia)

27-09-2018 Juventus 2-0 Bologna (Serie A)

06-05-2018 Juventus 3-1 Bologna (Serie A).

5 Laga Terakhir Bologna:

01-02-2020 Bologna 2-1 Brescia (Serie A)

08-02-2020 Roma 2-3 Bologna (Serie A)

16-02-2020 Bologna 0-3 Genoa (Serie A)

22-02-2020 Bologna 1-1 Udinese (Serie A)

29-02-2020 Lazio 2-0 Bologna (Serie A).

5 Laga Terakhir Juventus:

23-02-2020 SPAL 1-2 Juventus (Serie A)

27-02-2020 Lyon 1-0 Juventus (UCL)

09-03-2020 Juventus 2-0 Inter (Serie A)

13-06-2020 Juventus 0-0 Milan (Coppa Italia)

18-06-2020 Napoli 0-0 Juventus (Coppa Italia).

Perkiraan starting line up Juventus versus Bologna:

Bologna (4-2-3-1): Skorupski; Dijks, Denswil, Danilo, Tomiyasu; Medel, Poli; Barrow, Soriano, Orsolini; Palacio.

Pelatih: Sinisa Mihajlovic.

Juventus (4-3-3): Szczesny; De Sciglio, Bonucci, Mathijs de Ligt, Cuadrado; Blaise Matuidi, Miralem Pjanic, Bentancur; Cristiano Ronaldo, Paulo Dybala, Douglas Costa.

Pelatih: Maurizio Sarri.

Sarri Sebut Dybala dan Ronaldo Sebenarnya Tidak Cocok Main Bareng

Pelatih Juventus, Maurizio Sarri buka suara terkait keberadaan Cristiano Ronaldo dan Paulo Dybala di tim tersebut. Mantan juru taktik Chelsea itu mengatakan kedua pemain itu sebenarnya tidak cocok untuk dimainkan bersama.

Ia mengatakan bila menurunkan dua pemain itu sekaligus maka akan meninggalkan celah dalam tim tersebut. Juventus dinilai akan kehilangan pemain di kotak penalti lawan, mengingat kedua pemain tersebut kerap bergerak dari tengah atau menyusur sisi lapangan.

Meski begitu Sarri mengatakan dirinya berusaha untuk mendapatkan formula yang tepat untuk memainkan kedua pemain itu sekaligus. Ia mengakui kedua pemain itu memiliki potensi masing-masing. Kontribusi mereka pada tim jelas tak diragukan lagi.

“Dybala adalah pemain yang fenomenal. Satu-satunya kesulitan kami adalah tidak mudah membuat dengan tipe yang berbeda seperti Dybala dan Cristiano Ronaldo bermain bersama. Namun, mereka selalu dapat membuat perbedaan,” beber Sarri.

Ia mengakui tidak mudah untuk memainkan mereka secara bersamaan. Namun demikian dengan memainkan mereka secara serentak, Juventus jadi memiliki dua pemain berkualitas. Hal ini membuat lawan semakin mendapat tekanan, namun rekan-rekan setim ditutun untuk bisa beraptasi dengan kehadiran dua pemain itu di satu lapangan.

“Tidaklah mudah untuk memainkan keduanya bersamaan dalam beberapa taktik tertentu. Kendati demikian, mereka adalah dua pemain yang berkualitas yang kami miliki. Anggota tim lain tentu harus menyesuaikan diri, baik ketika bertahan maupun menyerang,” sambungnya.

Pelatih asal Italia itu mengatakan potensi kekurangan dari kehadiran dua pemain itu jelas ada. Namun ia mengakui bahwa hal tersebut merupakan tantangan tersendiri yang menuntutnya untuk bisa mendapatkan solusi terbaik.

“Sebenarnya ada risiko bahwa area kotak penalti lawan bakal sedikit lowong oleh pemain kita, tapi ini masalah yang menarik untuk diselesaikan,” pungkasnya.

Kompetisi Serie A Italia akan bergulir lagi setelah sempat terhenti karena wabah Corona atau Covid-19. Namun demikian ada kekhawatiran terkait keselamatan para pemain terutama dari ancaman cedera.

Giacomo Zanon, Kepala Unit Traumatologi Olahraga Policlinico di Pavia, mengatakan dalam situasi seperti ini para pemain akan mudah mengalami cedera karena selama beberapa bulan terakhir aktivitas mereka di lapangan sepak bola terhenti.

“Ada beberapa masalah yang harus diperhatikan. Pertama soal penangguhan latihan. Dua bulan di rumah berbanding 20 hari beristirahat di kala aktif bermain, secara tradisonal itu sama saja dengan liburan musim panas,” bebernya.

 

 

Di Livio: Juventus Masih Jauh dari Juara Liga Champions

Bagaimana anda menilai kondisi Juventus saat ini? Bila pertanyaan itu dilontarkan kepada Angelo Di Livio maka akan didapati jawaban yang mengejutkan. Saat ini Juventus boleh saja menjadi pemuncak klasemen sementara Serie A, namun belum tentu klub tersebut mampu mempertahankan situasi itu hingga akhir musim.

Menurut Di Livio, klub berjuluk Bianconeri itu bisa saja akan kehilangan sejumlah gelar musim ini, mulai dari Serie A hingga Liga Champions.

Mantan pemain legendaris Juventus itu mencemaskan kondisi Juventus saat ini. Ia melihat performa Juventus di tangan Maurizio Sarri kurang meyakinkan. Di pentas klub, Juventus hanya berjarak satu poin dari Lazio di urutan kedua.

Tak heran ia menegaskan Juventus masih jauh dari peluang juara Liga Champions Eropa. Bahkan ia pun pesimis dengan peluang di pentas domestik. Baginya Juventus masih kesulitan untuk menjaga jarak dengan penampilan yang konsisten.

“Juventus masih jauh [dari Liga Champions]. Mereka juga kesulitan di liga, dan faktanya, Lazio yang super bangkit lagi dan hanya terpaut satu poin. Mereka berisiko [kehilangan keduanya],” beber Di Livio.

Lebih lanjut sosok asal Italia itu mengatakan di pentas Liga Champions, Juventus sedang mendapat tantangan serius dari Lyon. Di leg pertama fase knock out pada Februari lalu, Juventus tertinggal satu gol tanpa balas dari klub Ligue 1 itu. Artinya, tidak ada jalan lain bagi Juventus untuk tetap bertahan di pentas tersebut selain memenangi pertemuan kedua dengan skor meyakinkan.

“Di Liga Champions dengan Lyon mereka mesti membalikkan hasil, tapi saya tidak terlalu menyukai mentalitas mereka,” sambungnya.

Di Livio melihat ada kendala di sejumlah hal. Selain tidak menyukai mentalitas tim, ia melihat semangat dan agresivitas yang juga kurang. Ia mengatakan Juventus terlihat kurang bersemangat di musim ini.

“Serangan, kebuasan dan keterikatan dengan klub masih kurang. Menurut saya, mereka sedikit lesu di musim ini,” bebernya lagi.

Saat ini Juventus memiliki sejumlah pemain bintang, salah satunya adalah Cristiano Ronaldo yang diboyong dari Real Madrid pada musim panas 2018 lalu. Menurut Di Livio kehadiran mantan pemain Manchester United itu bisa berpengaruh pada performa tim.

Ia pun meminta Juventus untuk memainkan Ronaldo secara reguler dan para pemain lainnya bisa belajar soal profesionalisme dari pemain internasional Portugal itu.

“Dia itu seorang juara super, Anda mesti selalu memainkan dia. Dia adalah sebuah contoh atas bagaimana dia berlatih dan menjalani hidupnya,” pungkasnya.

 

Juventus Tidak Ingin Dapat Scudetto Cuma-cuma

Saat ini muncuk sejumlah spekulasi terkait nasib Serie A Italia musim ini. Di satu sisi muncul desakan agar kompetisi tersebut disudahi saja. Di sisi lain, ada harapan agar kompetisi bisa dilanjutkan lagi selepas wabah Corona atau Covid-19 berakhir.

Bila sampai kompetisi dihentikan, akan muncul kerumitan terkait penentuan gelar juara, tim-tim promosi dan degradasi. Selain itu akan muncul perdebatan terkait tim-tim yang akan tampil di pentas Eropa musim depan.

Kubu Juventus berharap agar kompetisi musim ini berlanjut. Sebagaimana dikatakan sang presiden, Andrea Agnelli, pihaknya tidak akan mendapat gelar Scudetto secara cuma-cuma. Ia justru berharap kompetisi bisa berlanjut sehingga penentuan gelar juara bisa dilakukan secara adil.

“Anda semua tahu bahwa saya tidak terlalu banyak berpendapat di media dan lebih suka diam. Itu mungkin memicu interpretasi yang salah tentang bagaimana keinginan Juventus sebenarnya,” beber Agneli.

Lebih lanjut ia mengatakan pihaknya tidak ingin agar kompetisi musim ini berakhir lebih cepat. Ia justru mendesak agar Serie A bisa berlanjut lagi.

“Saya menegaskan kembali bahwa Juventus memiliki niat kuat untuk mengakhiri musim 2019-20.”

Ia mengatakan saat ini ada harapan untuk menggulirkan kembali kompetisi. Sejumlah tim Serie A sudah mulai berlatih pada 18 Mei dan kompetisi tersebut diprediksi bisa digulirkan lagi pada Juni mendatang.

“Dengan memulai latihan pada 18 Mei dan pertandingan pada Juni, akan ada cara dan waktu untuk mengakhiri musim ini. Kami sepenuhnya menghormati himbauan yang diberikan oleh UEFA dan ECA,” bebernya.

Saat ini Juventus berstatus pemuncak klasemen sementara. Namun demikian tim tersebut memiliki keunggulan yang tipis dari para pesaingnya.

Situasi ini berbeda dengan Liga Primer Inggris yang mana Liverpool begitu kokoh di puncak klasemen. Tim berjuluk The Reds itu bahkan hampir pasti keluar sebagai juara musim ini.

Sekalipun pada akhirnya kompetisi dihentikan, Liverpool tetap pantas untuk dianugerahi trofi juara. Hal ini sebagaimana dikatakan walikota Liverpool, Joe Anderson.

“Saya rasa keputusan terbaik adalah mengakhiri musim ini. Bukan cuma soal Liverpool – mereka jelas sudah jadi juara – mereka pantas mendapatkannya, mereka harus dinobatkan sebagai juara,” beber Anderson.

Lebih lanjut ia mengatakan saat ini prioritas utama adalah kesehatan dan keselamatan semua orang. Menurutnya urusan sepak bola itu berada di urutan kedua.

“Yang terpenting dari semua ini adalah kesehatan dan keselamatan orang-orang. Saya rasa sepakbola itu jadi prioritas kedua dalam menentukan sebuah pilihan,” lanjutnya.

Presiden Juventus Sebut Atalanta Tak Pantas Tampil di Pentas Eropa

Sepak terjang Atalanta dalam beberapa musim terakhir cukup menyita perhatian. Klub tersebut tidak hanya mampu berprestasi di level domestik tetapi juga di pentas Eropa. Musim ini Atalanta bahkan mampu lolos hingga ke babak 16 besar Liga Champions Eropa dan berpeluang untuk terus melaju.

Ternyata sepak terjang Atalanta juga mengundang komentar, termasuk dari presiden Juventus, Andrea Agnelli.

“Diperlukan pembahasan tentang kesempatan untuk memiliki akses langsung ke kompetisi-kompetisi seperti ini karna Anda adalah bagian dari sebuah liga yang hebat,” beber Agnelli.

Lebih lanjut Agnelli mengatakan pencapaian Atalanta cukup mengejutkan. Klub tersebut dinilai tak memiliki sejarah di pentas Eropa.

“Saya punya respek besar untuk Atalanta, tapi mereka masuk Liga Champions karena satu musim yang bagus dan tanpa sejarah apapun di kompetisi internasional. Apakah itu adil?,” sambungnya.

Lebih lanjut ia membandingkan situasi yang dialami AS Roma.  “AS Roma misalnya, yang dalam beberapa tahun terakhir telah berkontribusi untuk menjaga peringkat UEFA Italia malah gagal karena satu musim yang buruk. Dengan seluruh kekuatan finansial dengan seluruh keterlibatan seluruh implikasi keuangan. Kita harus melindungi investasi.”

Agnelli menegaskan perlu dijaga keseimbangan antara kontribusi setiap tim dan penampilan mereka.

Juventus berhasil memetik kemenangan di laga tunda pekan ke-26 Serie A Italia. Pertandingan ini digelar di Stadion Allianz Arena yang menjadi kandang sendiri saat menjamu Inter Milan pada Minggu, 8 Maret 2020 waktu setempat atau Senin dini hari WIB.

Di laga ini Juventus menang dua gol tanpa balas. Sepasang gol Nyonya Tua dicetak oleh Aaron Ramsey di menit ke-55 dan Paolo Dybala di menit ke-67.

Tambahan tiga poin sangat penting bagi Nyonya Tua. Tim tersebut kini mengemas total 63 poin dari 26 pertandingan dan sukses menggusur Lazio di puncak klasemen sementara. Juventus kini unggul satu angka dari Bianconeri.

Sementara itu kegagalan ini membuat Inter Milan tak beranjak dari urutan ketiga. Internazionale Milan mengemas total 54 poin dari 26 pertandingan yang sudah dijalani.

Bermain di kandang sendiri membuat Juventus sangat percaya diri. Tuan rumah pun mampu menguasai jalannya pertandingan dengan penguasaan bola lebih dari 60 persen. Situasi ini berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh tuan rumah untuk mencetak sepasang gol untuk memastikan kemenangan.

Usai pertandingan pelatih Inter Milan, Antonio Conte mengakui kualitas Juventus. Mantan pelatih Chelsea itu mengatakan kualitas Juventus berada di atas tim-tim lain di Italia.

“Kami berbicara tentang tim Juventus yang semakin kuat setiap tahun selama delapan musim, menambah pemain-pemain berkualitas dengan banyak pengalaman dan trofi,” beber Conte.

 

 

 

Pelatih Juventus Akui Kekalahan dari Tim Papan Bawah

Pelatih Juventus, Maurizio Sarri mengakui kekalahan timnya di pekan ke-23 Serie A Italia. Menghadapi Hellas Verona di Stadion Marc Antonio Bentegodi, Bianconeri dipaksa menyerah dengan skor 1-2.

Sarri yang merupakan mantan pelatih Chelsea mengakui timnya memang pantas kalah di laga tersebut. Menurut pelatih asal Italia itu, tuan rumah pantas menang. Tuan rumah dinilai tampil agresif sepanjang pertandingan. Sementara itu ia menyebut timnya kehilangan fokus. Bila kehilangan fokus maka dengan sendirinya akan mempengaruhi performa di lapangan pertandingan.

“Pikiran adalah hal yang paling penting, karena jika itu dilepaskan maka Anda tidak akan siap secara taktis. Jika pikiran Anda juga tidak fokus di 100 persen, maka fisik tidak akan mengikuti,” beber Sarri.

Lebih lanjut Sarri menegaskan timnya dipaksa bermain dengan intensitas tinggi oleh Verona. Sayangnya situasi tersebut tidak direspon dengan baik oleh Juventus.

“Kami harus bekerja lebih keras. Verona menang karena menunjukkan intensitas yang hebat dan kami tidak,” sambung pelatih asal Italia itu.

Pada laga yang digelar Sabtu, 8 Februari 2020 waktu setempat atau Minggu dini hari WIB, Nyonya Tua hanya mampu mencetak satu gol. Gol tunggal tim tamu dicetak oleh Cristiano Ronaldo di menit ke-65.

Sementara itu sepasang gol Verona dicetak oleh Fabio Borini di menit ke-76 dan sepakan penalti Giampaolo Pazzini di menit ke-86.

Gagal mendulang tiga poin membuat perolehan poin Juventus tertahan di angka 54 dari 23 pertandingan yang telah dijalani. Juventus masih bercokol di urutan teratas dengan keunggulan tiga poin dari Inter Milan di urutan kedua.

Meski begitu Inter belum memainkan pertandingan ke-23. Inter akan menghadapi rival sekota, AC Milan pada Minggu, 9 Februari 2020 waktu setempat atau Senin dini hari WIB. Bila mampu memetik kemenangan di laga itu, maka perolehan poin Inter akan sama banyak dengan Juventus. sebaliknya, bila Inter gagal memetik kemenangan di laga itu, maka mereka tetap terpaut tiga angka dari sang juara bertahan.

Sedangkan Verona yang berhak atas tiga poin sukses memperbaiki peringkat. Posisi tim tersebut naik ke urutan keenam dengan tabungan 34 poin dari 23 pertandingan.

Juventus tentu harus bekerja keras di laga selanjutnya. Pasalnya pesaing terdekat yakni Inter Milan terus menjaga jarak. Bukan tidak mungkin Inter akan menyamai perolehan poin Juventus bila mampu memenangi derbi Milan menghadapi AC Milan di Stadion Giuseppe Meazza pada awal pekan ini.

Tekuk Parma, Roma Jumpa Juventus di Perempat Final Coppa Italia

AS Roma berhasil melangkah ke babak perempat final Coppa Italia usai menundukkan Parma. Bermain di Ennio Tardini pada Kamis, 16 Januari 2020 waktu setempat atau Jumat dini hari WIB, Serigala Roma membungkam Parma dua gol tanpa balas.

Sepasang gol Roma diborong oleh Lorenzo Pellegrini masing-masing di menit ke-49 dan sepakan penalti di menit ke-76.

Kemenangan ini meloloskan Roma ke babak delapan besar. Roma akan menghadapi Juventus untuk memperebutkan satu tiket ke babak semi final.

Meski tampil di kandang lawan, Roma mampu menguasai pertandingan. Sejak menit awal tim besutan pelatih Paulo Fonseca sudah langsung memberikan ancaman. Namun demikian kedua tim mengakhiri babak pertama dengan skor kaca mata.

Roma baru bisa memecah kebuntuan selepas jeda. Sepakan Pellegrini berhasil merobek gawang Parma yang dijaga Simone Colombi. Pellegrini kembali memaksa Colombi harus memungut bola dari dalam gawangnya usai gagal mengantisipasi sepakan penalti.

Fonseca menyambut baik hasil tersebut. Menurutnya timnya tampil baik sehingga berhak lolos ke babak selanjutnya. Pertandingan kontra Juventus di perempat final akan menjadi laga sulit bagi mereka.

“Ya, kami bermain untuk menang dan lolos ke babak berikutnya bertemu Juventus. Itu akan jadi laga sulit di kandang mereka, tapi kami harus selalu masuk ke lapangan untuk menang,” beber Fonseca.

Lebih lanjut kemenangan ini membuat mereka kembali ke jalur positif setelah gagal dalam dua laga terakhir. Ia pun memberikan apresiasi kepada semua pemain yang dinilai tampil bagus di laga itu.

“Saya suka hampir seluruh penampilan kami. Kami tampil bagus dalam bertahan dan juga punya peluang untuk bikin gol di babak pertama,” sambungnya.

Selain itu Fonseca juga menilai timnya sebenarnya bisa mencetak lebih banyak gol. Pasalnya mereka memiliki banyak ruang dan kesempatan terutama di paruh kedua.

“Ada lebih banyak ruang di babak kedua dan kami berhasil mencetak dua gol. Saya menikmati performa (Nikola) Kalinic. Saya kira dia fantastis dan pemain terbaik di lapangan. Bryan (Cristante) juga tampil bagus,” tegasnya.

Susunan Pemain Parma VS AS Roma:

Parma: Colombi; Laurini (Iacoponi 64′), Dermaku, Gagliolo, Pezzella; Kucka, Scozzarella (Kulusevski 70′), Barilla; Kurtic, Cornelius (Inglese 46′), Siligardi.

Pelatih: Roberto D’Aversa

AS Roma: Pau Lopez; Florenzi (Bruno Peres 79′), Mancini, Smalling, Kolarov; Cristante, Diawara; Under, Pellegrini (Veretout 85′), Perotti (Kluivert 70′); Kalinic.

Pelatih: Paulo Fonseca

Arsenal akan menghadapi Sheffield United di pekan ke-23 Liga Primer Inggris. Pertandingan ini akan berlangsung pada Sabtu, 18 Januari 2020. Di laga ini Arsenal tidak akan diperkuat salah satu bomber di lini depan, Pierre-Emerick Aubameyang.

Tanpa Aubameyang jelas sebuah kerugian. Selain sangat membutuhkan gol, pertandingan ini tak ubahnya laga balas dendam setelah menelan kekalahan di pertemuan sebelumnya. Saat itu kedua tim bertemu di pekan kesembilan dan Arsenal harus takluk satu gol tanpa balas.

Sebagai tim promosi, kekalahan atas Sheffield jelas menjadi pukulan tersendiri bagi skuad Meriam London. Tentu Arsenal tidak ingin kembali dipermalukan tim promosi tersebut.

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta mengatakan tanpa Aubameyang timnya harus bekerja keras. Ia memuji kontribusi pemain berdarah Afrika itu. Bahkan Arteta tidak segan menyebut mantan pemain Borussia Dortmund itu sebagai pemain paling penting di timnya.

“Dia begitu bagus di bawah saya, bekerja keras, mencetak banyak gol dan dia mungkin adalah pemain terpenting kami,” beber Arteta.

Tanpa Aubameyang membuat sang pelatih harus menyiapkan strategi khusus. Ia pun menaruh harapan kepada para pemain agar bisa menutup celah yang ditinggalkan Aubameyang..

“Saya harap kami bisa bermain lebih baik dan memenangi banyak pertandingan. Para pemain harus bisa mengisi lubang itu,” tegas Arteta.

Untuk itu ia tak mau terlalu menyiksa diri dengan terus menerus menyesali absennya Aubameyang. Ia lebih memilih untuk fokus ke pertandingan tersebut. Baginya para pemain harus memiliki tekad untuk membuktikan diri mampu memberikan permainan terbaik.

“Sekarang waktunya ngomong di atas lapangan dan kalau mereka menunjukkan mereka sebagus atau lebih baik daripada dia, mereka memiliki sebuah kesempatan,” pungkas mantan asisten manajer Pep Guardiola itu.

5 Pertemuan Terakhir Kedua Tim:

22-10-2019 Sheffield 1-0 Arsenal (EPL)

24-09-2008 Arsenal 6-0 Sheffield (EFL Cup)

01-11-2007 Sheffield 0-3 Arsenal (EFL Cup)

31-12-2006 Sheffield 1-0 Arsenal (EPL)

23-09-2006 Arsenal 3-0 Sheffield (EPL).

5 Pertandingan Terakhir Arsenal:

26-12-2019 Bournemouth 1-1 Arsenal (EPL)

29-12-2019 Arsenal 1-2 Chelsea (EPL)

02-01-2020 Arsenal 2-0 MU (EPL)

07-01-2020 Arsenal 1-0 Leeds (FA Cup)

11-01-2020 Palace 1-1 Arsenal (EPL).

5 Pertandingan Terakhir Sheffield United:

26-12-2019 Sheffield 1-1 Watford (EPL)

30-12-2019 City 2-0 Sheffield (EPL)

03-01-2020 Liverpool 2-0 Sheffield (EPL)

05-01-2020 Sheffield 2-1 AFC Fylde (FA Cup)

11-01-2020 Sheffield 1-0 West Ham (EPL).

Perkiraan Susunan Pemain Arsenal versus Sheffield United:

Arsenal (4-2-3-1): Bern Leno; Kolasinac, David Luiz, Sokratis, Maitland-Niles; Granit Xhaka, Guendouzi; Martinelli, Mesut Ozil, Nicolas Pepe; Alexandre Lacazette.

Pelatih: Mikel Arteta.

Sheffield United (3-5-2): Henderson; O’Connell, Egan, Basham; Stevens, Fleck, Norwood, Lundstram, Baldock; Mousset, McBurnie.

Pelatih: Chris Wilder.

Ngambek Saat Ditarik Keluar, Ronaldo Dibela Rekan Setim

Cristiano Ronaldo memperlihatkan ekspresi kesal saat dirinya ditarik keluar dalam pertandingan Juventus kontra AC Milan di pentas Serie A Italia beberapa waktu lalu. Saat itu Ronaldo ditarik keluar di menit ke-55 dan digantikan oeh Paulo Dybala.

Sontak Ronaldo menunjukkan kekecewaannya atas keputusan pelatih Maurizio Sarri. Ronaldo bahkan dikabarkan langsung meninggalkan stadion sebelum pertandingan selesai.

Situasi yang dialami Ronaldo ini sempat menimbulkan buah bibir. Namun tidak sedikit yang menilai wajar aksi mantan pemain Real Madrid tersebut. Salah satunya datang dari kiper Juventus, Wojciech Szczesny.

Menurut Szczesny apa yang dilakukan Ronaldo itu hal yang wajar. Apalagi untuk pemain bintang seperti Ronaldo. Marah saat harus ditarik keluar dari lapangan adalah sesuatu yang yang bisa dipahami untuk pemain besar seperti Ronaldo.

“Saya rasa itu normal bagi seorang juara sedikit marah saat harus ditarik keluar dari lapangan,” beber Szczesny.

Lebih lanjut kiper internasional Polandia itu mengatakan Ronaldo akan segera mendapatkan kembali penampilan terbaiknya. Ia yakin pemain yang pernah berseragam Manchester United itu akan kembali menunjukkan performa terbaiknya.

“Dia akan kembali dengan kondisi fisik lebih baik, dan seperti yang selalu ia lakukan, serta akan membuat perbedaan dalam fase menentukan di musim ini,” sambungnya.

Kondisi kebugaran disinyalir sebagai sebab menurunnya performa Ronaldo. Szczesny mengakui hal tersebut. Ronaldo disebut tidak berlatih penuh dalam beberapa pekan. Namun ia yakin pemain internasional Portugal itu akan kembali pulih setelah jeda internasional.

“Dalam beberapa pekan ia tidak berlatih 100 persen, setelah jeda internasional ini akan lebih baik. Kami semua tahu kualitas dan kepribadian Ronaldo,” tegasnya.

Selain ditarik keluar saat pertandingan kontra AC Milan, Ronaldo juga harus mengakhiri pertandingan lebih cepat saat Juventus menghadapi Lokomotiv Moskow di fase grup Liga Champions Eropa pada 6 November 2019 lalu. Saat itu Ronaldo ditarik di menit ke-82 dan posisinya digantikan oleh Douglas Costa.

Pelatih timnas Portugal, Fernando Santos mengatakan pemain bintang tersebut sudah dalam kondisi fit. Ia bahkan menjamin Ronaldo siap menghadapi agenda pertandingan internasional kontra Lithuania dan Luksemburg di babak kualifikasi Piala Eropa 2020.

“Semua orang ingin membicarakan dia karena dia adalah pemain terbaik di dunia. Cristiano ada di sini, dia dipanggil ke timnas, dia fit, dan dia akan bermain,” beber Santos.

Saat ini Portugal berada di urutan kedua Grup B dengan raihan total 11 poin. Portugal tertinggal delapan poin dari Ukraina di posisi teratas. Saat ini lawan terberat Portugal adalah Serbia yang hanya tertinggal satu angka dari Portugal.

AC Milan Tak Gentar Hadapi Juventus di Pekan 12 Serie A

AC Milan dan Juventus akan saling berhadapan di pekan ke-12 Serie A. Laga ini akan digelar di markas Nyonya Tua di  Allianz Stadium pada Minggu, 10 November 2019 waktu setempat atau Senin dini hari WIB.

Milan tentu harus bekerja keras untuk memetik kemenangan di kandang Nyonya Tua. Saat ini performa kedua tim seakan bertolak belakang. Milan terpuruk di papan bawah, tepatnya di posisi ke-13 dengan tabungan 13 poin dari 11 pertandingan.

Meski begitu salah satu pemain Milan, Ismael Bennacer optimis timnya mampu membuat kejutan di pertandingan itu. Hal ini berangkat dari pengalaman pertandingan sebelumnya di mana Juventus direpotkan Lecce dengan skor akhir 2-2.

“Kami adalah Milan dan bukan Lecce. Juventus dan Lecce bermain imbang, sehingga kami tentu bisa menang. Kami hanya perlu mengusung semangat yang tepat,” beber Bennacer.

Lebih lanjut pemain asal Aljazair itu mengatakan Milan merupakan tim dengan sejarah yang kuat. Mereka yakin akan tampil maksimal di kandang Juventus.

“Milan adalah klub dengan sejarah yang hebat dan kami harus berjuang keras, terutama untuk para suporter. Saat ini kami berada dalam situasi sulit, tapi tugas kami adalah bekerja keras dan terus optimistis,” lanjutnya.

Saat ini Juventus berstatus runner-up klasemen sementara dengan raihan total 29 poin dari 11 pertandingan. Bianconeri tertinggal dua poin dari Inter Milan yang baru saja menguasai posisi teratas usai memetik kemenangan di laga ke-12

Berikut jadwal pertandingan selengkapnya pada Senin, 11 November 2019:

LA LIGA

00:30 WIB – Getafe vs Osasuna – beIN Sports 1 (Live)
03:00 WIB – Real Betis vs Sevilla – beIN Sports 1 (Live)

SERIE A

00:00 WIB – Parma vs AS Roma – RCTI, beIN Sports 2 (Live)
02:45 WIB – Juventus vs AC Milan – RCTI, beIN Sports 2 (Live)

BUNDESLIGA

00:00 WIB – Freiburg vs Eintracht Frankfurt – Fox Sports (Live)

FIFA WORLD CUP U-17

02:30 WIB – Belanda vs Paraguay – Mola TV (Live)
06:00 WIB – Korea Selatan vs Meksiko – Mola TV (Live)

CAF AFRICA CUP OF NATIONS U-23

22:00 WIB – Mali vs Kamerun – beIN Sports 2 (Live)

SHOPEE LIGA 1

15:30 WIB – Persija Jakarta vs Borneo FC – Indosiar (Live)
18:30 WIB – Persipura Jayapura vs Bali United – O Channel (Live)