Eks Pelatih Arsenal: Laga Tertutup dalam Jangka Panjang Akan Merusak permainan

Saat ini berkembang berbagai spekulasi terkait nasib Liga Primer Inggris musim ini. Ada lampu hijau yang terlihat bahwa kompetisi tersebut akan dilanjutkan lagi. Namun demikian kelanjutan kompetisi tidak akan digelar seperti biasanya. Para penggemar tidak bisa datang untuk menyaksikan aksi tim kesayangannya dari dekat. Pertandingan demi pertandingan akan digelar secara tertutup.

Mantan pelatih Arsenal, Arsene Wenger pun angkat bicara terkait hal ini. Menurutnya pertandingan yang digelar secara tertutup tidak akan berlangsung dalam jangka panjang. Situasi ini hanya akan terjadi di musim ini karena situasi saat ini yang belum benar-benar kondusif setelah diserang wabah Corona atau Covid-19.

Seandainya pertandingan tertutup terus berlangsung hingga musim depan, Wenger menilai hal ini akan merusak kompetisi. Memang sulit membayangkan sebuah pertandingan sepak bola tanpa penonton, bukan?

“Akankah penerapannya (laga tertutup) bertahan dalam jangka panjang? Akankah itu merusak pertunjukan ini dalam jangka panjang, tanpa suporter? Saya yakin begitu,” beber Wenger.

Namun demikian untuk jangka pendek hal ini menjadi solusi terbaik. Namun ia berharap situasi ini hanya akan terjadi hingga akhir musim ini. Jangan sampai itu terus berlangsung hingga musim berikutnya.

“Tapi ini bisa menjadi sebuah solusi jangka pendek, bukan jangka panjang. Anda tak bisa membayangkah satu musim penuh tanpa penonton di stadion,” sambungnya.

Pria asal Prancis itu menegaskan hal ini merupakan keputusan terbaik saat ini. Ia belum melihat adanya solusi lain yang lebih baik.

“Itulah sebabnya saya meyakini ini solusi jangka pendek. Ini masihlah cara terbaik untuk mendapatkan putusan buat akhir musim. Ini lebih baik daripada keputusan lainnya,” tegasnya.

Saat ini sejumlah klub Liga Inggris sudah mulai berlatih. Namun demikian latihan digelar dalam pengawasan dan dengan menaati protokol secara ketat.

Untuk Liga Primer Inggris, Liverpool sudah berada di ambang juara. Klub berjuluk The Reds itu hanya butuh enam poin untuk mengklaim gelar juara. Saat ini Liverpool mantap di puncak klasemen sementara dengan keunggulan 25 poin dari Manchester City di urutan kedua.

Tentu hampir mustahil bagi para rival untuk menjegal Liverpool. Dengan skuad yang komplet dan sedang on fire seperti saat ini, sulit bagi tim-tim Inggris lainnya untuk menaklukkan mereka.

Namun demikian pesta juara Liverpool akan terganggu dengan situasi saat ini. Mereka tidak bisa berpesta di stadion yang dihadiri oleh para penggemar setianya. Pasalnya lanjutan Liga Primer Inggris akan berlangsung secara tertutup.

Pemerintah Beri Lampu Hijau untuk Liga Inggris Dimulai Lagi

Saat ini publik masih menanti kelanjutan Liga Primer Inggris musim ini. Apakah kompetisi tertinggi di jagad sepak bola Inggris itu akan berlanjut atau dihentikan? Sepertinya opsi pertama yang akan menjadi pilihan. Pasalnya belakangan ini mulai menunjukkan tanda-tanda bahwa kompetisi itu akan kembali bergulir.

Selain sejumlah klub Liga Inggris mulai berlatih, terkini sinyal positif juga berasal dari pemerintah Inggris. Melansir  Detik.com dari Tribuna, pemerintah Inggris dalam pertemuan yang berlangsung pada Kamis, 14 Mei 2020, memberikan izin untuk dimulai kembali kompetisi tersebut. Hanya saja kompetisi baru bisa dimulai bila situasi sudah memungkinkan. Tidak hanya itu unsur kesehatan dan keselamatan para pemain, pelatih, dan staf tetap menjadi pertimbangan utama.

“Pertemuan positif hari ini yang saya adakan dengan otoritas sepakbola menghasilkan rencana dimulainya kembali laga profesional di Inggris. Kami semua sepakat pertandingan dilanjutkan jika situasi sudah aman, serta kesehatan serta kesejahteraan para pemain, pelatih, dan staf menjadi prioritas utama,” beber Sekretaris Negara untuk Digital, Budaya, Media dan Olahraga Inggris, Oliver Dowden.

Lebih lanjut Dowden mengatakan pemerintah membuka pintu bagi kompetisi sepak bola untuk kembali bergulir pada Juni mendatang. Hal ini didasarkan pada pertimbangan keinginan penggemar untuk kembali menyaksikan tim-tim kesayangan bertanding serta aspek finansial.

“Pemerintah membuka pintu bagi kompetisi sepakbola untuk kembali bermain pada Juni. Ini mencakup perluasan akses buat penggemar untuk menyaksikan langsung laga dan memastikan keuangan yang diperoleh dari kembalinya pertandingan bisa mendukung keluarga sepakbola lebih luas,” sambungnya.

Selanjutnya menurut Dowden sinyal positif dari pemerintah itu tinggal ditindaklanjuti oleh otoritas sepak bola. Pihak otoritas sepak bola perlu memberikan persetujuan dan menyelesaikan berbagai detail rencana yang menyertai kembali bergulirnya kompetisi tersebut

“Kini semua tergantung otoritas sepakbola untuk menyetujuinya dan menyelesaikan detail dari rencana mereka. Ada niatan baik mencapai hal ini buat para penggemar, komunitas sepakbola dan negara secara keseluruhan,” lanjutnya.

Tidak sampai di situ. Pihak pemerintah akan terus mengawasi dan siap memberikan bimbingan dan bantuan untuk pertandingan sebelum keputusan dicapai.

“Pemerintah dan pakar-pakar medis akan terus menawarkan bimbingan dan bantuan untuk pertandingan sebelum keputusan akhir dicapai,” pungkasnya.

Sinyal dari pemerintah ini tentu menjadi kabar gembira bagi para penggemar sepak bola Inggris. Meski sang juara sudah diketahui, berbagai pertandingan lanjutan masih menarik dinanti. Aroma kompetisi untuk tim-tim promosi, degradasi hingga jatah tampil di pentas Eropa musim depan membuat kelanjutan Liga Inggris masih layak ditonton.

Pemain Ini Rasakan Perubahan Setelah Banyak Konsumsi Nasi

Setiap pemain tentu memiliki rasahasia tampil bugar. Tidak sedikit yang terkait pola makan. Pola makan ternyata sangat berpengaruh pada performa seorang pemain di lapangan hijau. Hal inilah yang dirasakan oleh bintang Manchester City, Sergio Aguero.

Ternyata di balik performa gemilangnya itu, Aguero pernah mengalami situasi tak nyaman. Sepanjang tahun 2013 hingga 2016 ia kerap mengalami pusing saat bertanding. Selain itu berat badannya saat itu pun meningkat.

Ternyata hal ini disebabkan karena pola makannya. Ia secara teratur mengkonsumsi daging panggang. Setelah berkonsultasi dengan salah satu dokter di Italia, ia pun perlahan-lahan bisa mengontrol kecenderungan tersebut.

Perlahan-lahan ia pun mengubah pola makannya. Ia mulai lebih sering memakan nasi dan ayam. Ternyata hal ini efektif untuk berat badan dan performanya di lapangan pertandingan.

“Kurasa saat itu dari 2013 sampai 2016 aku tidak bisa beradaptasi dengan makanan. Dari situ aku bertemu dengan seorang dokter Italia secara online, dan dia sedikit mengubah pemikiranku,” beber Aguero.

Lebih lanjut mantan pemain Atletico Madrid itu mulai mengubah pola makan. Ketika diminta untuk mengurangi makan daging ia sempat merasa sulit. Namun perlahan-lahan ia mulai beradaptasi.

“Aku bilang kepada dia apa yang biasa kumakan, yaitu makan banyak daging, dan kemudian dia bilang kepadaku untuk mencoba makan daging sekali saja sepekan dan aku merasa seperti “uhhh”. Lalu aku beradaptasi.”

Ternyata saran tersebut berhasil baik. Tidak hanya itu saat ini ia pun suka mengkonsumsi nasi. Sekalipun hanya sedikit mengkonsumsi nasi, hal tersebut ternyata sangat berpengaruh pada performa di lapangan pertandingan.

“Dia bilang kepadaku bahwa ketika aku sangat lapar, aku mesti makan nasi bersama ayam, dan sekarang aku sangat suka makan nasi. Di dalam sepakbola, sekalipun cuma setengah kilogram, Anda merasakan perbedaannya. Luar biasa,” pungkasnya.

City memang memiliki banyak pemain bintang termasuk di lini depan. Namun posisi Aguero hampir tidak tergeser. Ia pun bisa menjawab kepercayaan Guardiola dengan performa impresif di lapangan pertandingan. Ia kerap mencetak gol, dan tidak sedikit terjadi di momen-momen krusial.

Sayangnya, saat ini Liga Primer Inggris sedang ditangguhkan tersebab wabah Corona atau Covid-19. Sebelum kompetisi dihentikan City berada di urutan kedua di tabel klasemen sementara Liga Primer Inggris. Namun jarak City dengan Liverpool di puncak klasemen terpaut jauh dan pelung City mempertahankan gelar hampir mustahil.

 

Eks Pelatih Sebut Liverpool Pantas Juara Liga Inggris Musim Ini

Seandainya Corona atau Covid-19 tak mewabah maka Liverpool sudah bisa berpesta. Sebelum virus itu mewabah, The Reds begitu kokoh di puncak klasemen sementara Liga Primer Inggris dengan keunggulan sangat jauh dari para pesaing terdekat.

Sekalipun kini kompetisi sementara ditangguhkan, kans Liverpool sebagai juara tetap besar. Mantan pelatih Liverpool, Bredan Rodgers berpendapat mantan tim besutannya itu pantas untuk menjadi juara.  Ia menilai Liverpool sebagai salah satu tim yang tampil konsisten dengan kualitas yang mumpuni.

“Selama ini mereka menjadi tim terbaik yang konsisten. Level permainan mereka, kualitas, mereka selama ini sangatlah fantastis,” bebernya.

Ia mengatakan Liverpool akan sangat menyesal bila sampai gagal menjadi juara. Apalagi mereka sudah menanti lama, lebih dari 30 tahun untuk kembali angkat trofi Liga Primer Inggris.

“Jadi akan sangat disayangkan apabila mereka tidak punya kesempatan untuk mengangkat trofi juara. Mereka sudah menunggu sangat, sangat lama – mereka layak mendapatkannya. Tapi Juergen akan seperti orang lain, mengharap kita bisa kembali bermain dalam sebuah lingkungan yang aman.”

Rodgers masih mengingat salah satu kesempatan di mana timnya nyaris menjadi juara. Sosok yang kini menjadi pelatih Leicester City itu mengatakan mereka nyaris menjadi juara bila saja tidak tergelincir di laga-laga akhir.

“Saat itu bukan takdir kami dan sudah tentu Anda memiliki momen-momen di mana Anda memikirkan musim itu. Kami dulu begitu dekat, dan akan brilian kalau kami berhasil, tapi belum takdirnya. Jadi Anda cuma harus melanjutkan hidup,” bebernya lagi.

Walikota Liverpool, Joe Anderson mengatakan kompetisi sebaiknya dihentikan dan Liverpool duanugerahi gelar juara. Sulit untuk melanjutkan kompetisi termasuk bila harus digelar secara tertutup alias tanpa penonton.

Ia berlasan pertandingan tertutup tidak akan efektif untuk meredam kerumunan penonton. Menurutnya para penggemar Liverpool akan tetap datang ke stadion sekalipun laga tim kesayangannya digelar secara tertutup.

“Meski digelar tertutup, akan ada puluhan ribu fans Liverpool yang berada di luar Anfield. Sudah pasti akan banyak yang melanggar aturan untuk tidak mendatangi stadion. Orang-orang akan tetap datang untuk merayakannya, jadi saya rasa itu percuma saja,” sambungnya.

Tidak hanya itu, ia memprediksi sekalipun digelar di tempat yang netral di luar markas Liverpool, para penggemar klub tersebut akan tetap datang.

“Bahkan jika dihelat di tempat netral sekalipun, orang-orang akan berada di luar Anfield untuk merayakannya dan saya paham apa yang pihak kepolisian pikirkan, jadi akan sangat sulit untuk kami di sini. Anak-anak muda sudah pasti tidak akan menghiraukannya,” sambungnya.

De Bruyne Jagokan Mane Jadi Pemain Terbaik Liga Inggris

Sepak terjang Sadio Mane bersama Liverpool terbilang mengagumkan. Pemain asal Senegal itu menjadi salah satu tumpuan di lini depan The Reds bersama Mohamed Salah dan Roberto Firmino. Ketiganya telah menjelma menjadi trisula maut yang sangat berbahaya bagi lawan.

Ketiganya pun sudah membuktikan kapasitan mereka. Kontribusi mereka bagi performa Liverpool tak bisa diragukan. Ketiganya ikut andil dalam mengangkat performa Si Merah dalam dua musim terakhir dan ikut ambil bagian dalam kesuksesan Liverpool menjadi juara Liga Champions Eropa musim lalu.

Tidak hanya itu sepak terjang Liverpool di pentas Liga Primer Inggris musim ini pun sangat mengagumkan. Liverpool sudah berada di ambang pintu juara liga musim ini.

Tentang performa Mane, gelandang Manchester City, Kevin De Bruyne tak segan memberikan pujian. Pemain internasional Belgia itu bahkan tak segan menjagokan Mane sebagai kandidat pemain terbaik Liga Inggris musim ini.

“Saya akan katakan Mane. Saya kira dia sudah jadi paket lengkap untuk Liverpool musim ini,” beber De Bruyne.

Lebih lanjut De Bruyne memberikan alasan. Menurutnya Mane adalah sosok penting di balik kesuksesan Liverpool. Bila diminta memilih maka ia tak segan menyebut nama pemain tersebut.

“Dia penting, jadi kalau saya harus memilih seseorang, saya akan pilih Mane,” sambungnya.

Namun demikian kompetisi Liga Primer Inggris, begitu juga kompetisi lain di dunia, sedang terhenti. Liverpool sendiri sudah hampir mengklaim gelar juara liga musim ini, bahkan sebelum menyelesaikan semua pertandingan.

Liverpool terlalu mapan di puncak klasemen sementara dengan keunggulan jauh dari para pesaing terdekat, terutama Manchester City di urutan kedua. Hanya saja pesta juara Liverpool masih tertunda tersebab nasib kompetisi yang belum jelas.

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp mengatakan timnya bakal langsung tancap gas setelah Liga Primer Inggris dilanjutkan lagi. Menurutnya kapanpun kompetisi itu digulirkan lagi mereka akan siap tampil habis-habisan.

“Pada musim ini kami berada di akhir April dan kompetisi masih belum mulai lagi. Namun kapan pun kami akan bermain lagi, kami tidak akan menyerah,” beber Klopp.

Saat ini Liverpool masih nyaman di puncak klasemen sementara Liga Primer Inggris. Bahkan tim asal kota pelabuhan itu sudah berada di ambang juara dengan keunggulan sangat jauh dari para pesaing terdekat.

Menurut Klopp pihaknya akan langsung memberikan yang terbaik setelah kompetisi itu dimulai lagi. Namun ia belum bisa memprediksi kapan kompetisi itu dimulai kembali.

“Di momen ketika kami diperbolehkan kembali untuk fokus ke sepakbola, kami akan melakukannya lagi dan kami akan memulai kembali serta mencoba yang terbaik. Kita lihat saja kapan itu bakal terjadi,” sambungnya.

Liverpool Diminta Tak Halangi Salah Tampil di Piala Afrika

Liverpool diminta untuk tidak menghalangi Mohamed Salah tampil di Piala Afrika. Turnamen bergengsi di benua Afrika itu baru akan bergulir tahun depan. Namun demikian Liverpool sudah diwanti-wanti untuk tidak mengeluarkan larangan kepada para pemain untuk ambil bagian di kompetisi internasional.

Hal ini seperti dikatakan oleh mantan pemain Mesir, Mido. Menurutnya pemain bintang seperti Salah harus tampil di pesta sepak bola terbesar di Afrika.

“Salah harus pergi dengan Mesir ke Piala Afrika, dan Liverpool tidak punya hak untuk bilang tidak. Ada aturan FIFA dan mereka tidak bisa menghalangi Salah bergabung dengan tim nasional dengan alasan apapun,” bebernya.

Lebih lanjut ia mengatakan banyak pemain yang berlaga di Liga Inggris bisa tampil di kejuaraan-kejuaraan sebelumnya seperti Piala Afrika 2019 lalu. Apalagi turnamen itu digelar pada musim panas.

“JIka Salah menolak pergi, maka ini adalah satu-satunya alasannya [ditahan Liverpool]. Semua pemain Afrika punya masalah ini ketika di Inggris, jadi saya senang ketika Piala Afrika 2019 digelar pada musim panas,” lanjutnya.

Mido beralasan bila Piala Afrika kembali digelar pada musim panas maka tidak ada alasan bagi pihak klub untuk tidak memberi izin kepada para pemainnya. Pasalnya saat itu musim kompetisi sudah berakhir.

“Hal itu akan menjaga bintang-bintang Afrika terhindar dari masalah dengan klubnya, tapi konfederasi Sepakbola Afrika memilih kembali ke jadwal yang lama,” sambungnya.

Saat ini Salah merupakan salah satu pemain kunci Liverpool. Kehadirannya bersama Sadio Mane dan Roberto Firmino di lini depan membuat Liverpool menjadi klub yang disegani tidak hanya di pentas Liga Inggris tetapi juga di pentas Eropa.

“Salah tentu saja penting, buat tim nasional kami dan tim Olimpiade. Pemain dengan pengalaman dan kepemimpinannya, dia bisa membuat perbedaan,” lanjutnya.

Kehadiran Salah, demikian Mido akan memberikan warna tersendiri bagi Piala Afrika. Termasuk juga bila Salah bisa ambil bagian di ajang besar lainnya seperti Olimpiade.

“Dia akan menjadi salah satu pemain penting di turnamen, bukan cuma untuk Mesir. Terlebih Olimpiade akan digelar pada musim panas 2021,” tegasnya.

Saat ini Salah dan para pemain sepak bola lainnya tak bisa merumput seperti biasa. Pasalnya kompetisi Liga Primer Inggris tengah dihentikan akibat wabah corona atau Covid-19.

“Tentu saja, Salah akan kecewa, seperti semua orang di Liverpool jika musim ini dibatalkan. Tapi mereka akan mengatasinya. Sekalipun musim dibatalkan demi hukum, mereka akan menjadi favorit lagi musim depan. Hidup tidak berhenti,” beber Mido.

Bila Tak Pangkas Gaji Pemain Klub Liga Inggris Bakal Kena Denda

 

Saat ini berhembus wacana pro dan kontra terkait pemotongan gaji para pemain di Liga Primer Inggris. Hingga kini belum ada keputusan resmi terkait hal tersebut. Tak heran bila sejumlah klub tak juga melakukan pemotongan gaji pemain, dan staf pelatih.

Bila situasi ini terus terjadi, sanksi bakal diterima klub-klub Liga Inggris. Mengapa bisa demikian? Pasalnya akan ada hukuman berupa kenaikan tarif pajak. Hal ini dikemukakan oleh pihak pemerintah Inggris seperti disampaikan Ketua Komisi Digital, Kebudayaan, Media dan Olahraga (DMCS) Parlemen Inggris, Julian Knight.

Sosok dari Partai Konservatif ini bahkan sudah mengirim surat kepada Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak agar menaikkan pajak klub-klub tersebut sebagai hukumannya.

“Saya menulis surat ini sebagai bentuk kekecewaan atas keputusan beberapa klub Premier League yang memotong gaji staff non-sepakbola mereka di saat gaji pemain dibayar penuh. Secara moral ini sangat salah, khususnya terkait para pemain yang mendapat gaji besar,” beber Knight.

Lebih lanjut Knight mengatakan kebijakan yang sudah diambil sejumlah klub terhadap staf non-pemain seperti dilakukan Tottenham Hotspur sebagai tidak adil.

“Staf non-pemain itu tugasnya menjaga klub Premier League agar tetap berjalan dengan baik, memastikan keuangan klub sehat, administrasi, seragam pemain, stadion, dan fasilitas pemain. Tidak adil jika staf tersebut harus dipotong gajinya sementara pemain digaji penuh.”

Ia mengatakan bila situasi tersebut tak juga diubah, dengan kata lain klub-klub Liga Inggris tak segera memangkas gaji pemain maka mereka pantas dihukum.

“Jika klub Premier League tetap mempertahankan langkah ini, maka mereka harus dihukum. Saya akan meminta Premier League mencari penengah untuk membuat kesepakatan antarklub.”

Hukuman yang dianjurkan adalah menaikkan pajak. Tujuannya untuk menyeimbangkan pengeluaran gaji pemain lainnya dan staf klub yang mengalami pemotongan.

“Jika tidak ada tindak lanjut sampai 7 April, maka pajak klub Premier League itu harus dinaikkan untuk menyeimbangkan pengeluaran gaji para pemainnya. Nantinya dana ini bisa diberikan untuk membayar gaji staf klub, atau membantu kompetisi amatir agar tetap hidup di masa sulit seperti sekarang.”

The Tottenham Hotspur Supporters Trust (THST) atau kelompok suporter fan Spurs, mengaku geram dengan hal ini. Menurut mereka bila pihak klub tidak mengambil kebijakan pemotongan gaji, mereka khawatir akan berdampak pada keuangan klub.

“Kemarahan kami adalah beberapa staff sudah dipotong gajinya oleh klub, tapi para pemainnya belum. Kami semua hanya ingin yang terbaik untuk klub ini,” ungkap pihak THST.

Penggemar Protes Klub Liga Inggris Ini Belum Potong Gaji Pemain

Saat ini banyak klub sepak bola sudah mengambil kebijakan untuk pemotongan gaji pemain dan staf pelatih menyusul wabah corona atau covid-19 yang membuat kompetisi terhenti. Namun demikian masih ada klub yang belum melakukan perubahan sama sekali. Salah satunya adalah Tottenham Hotspur.

Hingga kini klub tersebut belum juga mengambil kebijakan untuk melakukan pemotongan gaji pemain. Hal ini mengundang reaksi dari para penggemarnya. The Tottenham Hotspur Supporters Trust (THST) atau kelompok suporter fan Spurs, mengaku geram dengan hal ini. Menurut mereka bila pihak klub tidak mengambil kebijakan pemotongan gaji, mereka khawatir akan berdampak pada keuangan klub.

“Kemarahan kami adalah beberapa staff sudah dipotong gajinya oleh klub, tapi para pemainnya belum. Kami semua hanya ingin yang terbaik untuk klub ini,” ungkap pihak THST.

Lebih lanjut pihak tersebut mengatakan gaji pemain adalah salah satu sumber pengeluaran terbesar. Untuk itu mereka berharap klub segera mengambil keputusan pemotongan gaji agar keuangan klub terselamatkan.

“Gaji pemain adalah beban yang besar untuk klub. Kami meminta klub untuk memotong gaji para pemain,” sambung pernyataan itu.

Sikap yang dilakukan Spurs tak bisa disalahkan. Pasalnya hingga kini belum ada kesepakatan akhir antara Asosiasi Pemain Profesional Inggris (PFA) dengan klub-klub Inggris.

“Berlawanan dengan yang diberitakan media bahwa PFA tidak pernah meminta para pemain menolak pemotongan gaji. Apa yang masih kami bicarakan saat ini adalah mencari metode yang terstruktur dan padu agar semua klub mendapat keadilan,” beber pernyataan resmi PFA.

Lebih lanjut pihak PFA mengatakan sejumlah pihak sudah melakukan komunikasi dengan mereka untuk menghindari pemotongan gaji yang tidak adil.

“Para pemain sudah bicara ke kami bahwa staf non-sepakbola itu sangat vital untuk klub dan mereka tidak ingin adanya pemotongan yang tidak adil. Tidak adil tentunya untuk masyarakat luas jika kami menggunakan dana bantuan pemerintah,” sambungnya.

Lebih lanjut PFA berharap semua pihak bisa bersikap adil termasuk para pemain sendiri. Hal ini penting untuk menjaga kondisi keuangan klub agar tetap sehat dan tidak sampai terdampak

“Kami menerima bahwa pemain harus mau bersikap adil dan meringankan beban keuangan klub akibat COVID-19 demi kelangsungan masa depan mereka dan juga olahraga ini. Kami menyarankan kepada para pemain untuk menerima kenyataan ini.”

Meski begitu pihak PFA berharap klub-klub kaya dengan kondisi keuangan yang mantap agar tidak sampai mengambil keputusan untuk memangkas gaji pemain.

Kehadiran Pemain Asal Portugal Ini Beri Dampak Positif bagi Setan Merah

Semenjak berhasil mendatangkan Bruno Fernandes dari Sporting Lisbon di bursa transfer musim dingin Januari yang lalu, performa Manchester United berhasil memperlihatkan grafik permainan yang meningkat. Di tiga laga terakhir The Red Devils, bintang asal Portugal ini berhasil menciptakan 3 gol beruntun,  kontra Club Brugge di babak 32 Liga Eropa, dan Watford serta Everton di Liga Primer Inggris, seperti dilansir skysports.com (03/03/20).

Hasil yang cukup positif Manchester United bersama Bruno Fernandes, kembali memberikan harapan baru bagi para pendukung Manchester United untuk kembali ke Liga Champions di musim depan. Hal ini semakin dimungkinkan karena, peringkat kelima Liga Primer Inggris musim ini akan berpeluang mendapatkan tiket Liga Champions, karena akan dilarangnya Manchester City oleh UEFA bermain di Liga Champions untuk dua musim kedepan.

Kembali bermain di Liga Champions, tentunya menjadi mimpi para pendukung Manchester United saat ini. Bagaimana tidak, tim yang disebut-sebut sebagai yang terbesar dalam sejarah sepakbola Inggris ini, pernah menjadi Juara Liga Champions sebanyak 3 kali, yaitu musim 1967-1968, 1997-1998 dan 2007-2008, seperti dilansir goal.com (20/06/19).

Bahkan pada musim 1997-1998, Manchester United yang saat itu masih dilatih oleh Legenda Liga Primer Inggris, Alex Ferguson, mampu menciptakan Treble Winners. Selain berhasil menjadi juara Liga Champions, David Beckham dan kawan-kawan juga mampu meraih gelar juara Liga Primer Inggris dan Piala FA sekaligus dalam satu musim.

Bruno Fernandes yang mampu tampil menjadi pemain pembeda bagi Manchester United,  kini menjadi sosok yang sangat diandalkan para pendukung The Red Devils untuk kembali mengantarkan mereka kembali ke kompetisi tertinggi sepakbola Eropa musim depan.

Bruno Fernandes diyakini mampu memberikan andil untuk mengantarkan Manchester United menuju Liga Champions musim depan.

Bruno Fernandes yang dibeli dengan harga 80 juta euro, atau setara 1,2 triliun rupiah, benar-benar menunjukkan tajinya dan tampil sesuai harapan bagi para penggemar Setan Merah.

Semula 3 April, Liga Inggris Harus Ditangguhkan Hingga Akhir April

Wabah corona benar-benar menjadi keprihatinan bersama seluruh warga dunia. Dampak serangan virus bernama lain Covid-19 ini terasa di semua sendi kehidupan, tidak terkecuali di dunia olahraga. Sejumlah agenda kompetisi pun terpaksa dihentikan dan ditunda untuk waktu yang tidak ditentukan.

Liga Primer Inggris pun ketiban dampak dari serangan virus yang mula-mula muncul di Wihan, China itu. Kompetisi tersebut pun harus dihentikan. Oleh otoritas Liga Inggris, kompetisi itu ditangguhkan hingga 30 April mendatang.

Hingga pekan ke-29 Liga Primer Inggris musim 2019-2020, Liverpool sudah sangat nyaman di puncak klasemen sementara. Pasukan Jurgen Klopp ini, sudah mengumpulkan jumlah poin 82 dari hasil 27 kali menang, satu kali seri dan satu kali kalah. Pengoleksi 18 tropi juara Liga Inggris ini, sudah unggul dengan selisih 25 poin dari Manchester City yang berada di peringkat kedua, seperti dilansir bbc.com (12/03/20).

Dengan keunggulan yang sangat jauh dari para pesaingnya, diyakini musim ini menjadi musim terdekat bagi Liverpool untuk mengakhiri puasa panjang gelar Liga Primer Inggris yang sudah berlangsung selama 30 tahun. Terakhir Liverpool menjadi juara Liga Inggris pada musim 1989-1990.

Kini Sadio Mane dan kawan-kawan hanya membutuhkan dua kemenangan lagi untuk bisa mengunci gelar juara Liga Primer Inggris di musim ini.

Melihat dua calon lawan Liverpool di pekan ke-30 dan ke-31, adalah Everton dan Crystal Palace, diyakini akan cukup mudah bagi Pasukan Jurgen Klopp ini, untuk mengalahkan keduanya, dan sekaligus mengakhiri puasa panjang gelar juara Liga Primer Inggrisnya.

Tetapi hanya beberapa hari menjelang laga melawan Everton, suatu kejadian luar biasa terjadi pada kehidupan masyarakat dunia, termasuk sepakbola. Akibat serangan virus Corona yang sudah positif menginfeksi Mikel Arteta (manajer Arsenal) dan Hudson Odoi (pemain Chelsea), Federasi sepakbola Inggris memutuskan untuk mengundur semua jadwal laga-laga Liga Primer Inggris hingga 3 April nanti.

Federasi Sepakbola Inggris sudah memutuskan memperpanjang penundaan Liga Primer Inggris dari 3 April hingga 30 April 2020 nanti.

Federasi Sepakbola Inggris (FA) juga memastikan akan melanjutkan Liga Primer Inggris, apabila kondisi benar-benar aman, dan kesehatan masyarakat luas tetap menjadi prioritas utama.

Apabila Liga Primer Inggris tetap tidak bisa dilanjutkan setelah 30 April nanti, kini berkembang beberapa opsi untuk penyelesaian hasil Liga Primer Inggris di musim ini. Selain opsi untuk membatalkan semua hasil Liga Primer Inggris di musim ini, juga ada opsi untuk menentukan pemenang musim ini berdasarkan klasemen terakhir, sebelum Liga Primer Inggris ditunda atau dihentikan.