Henderson Punya Banyak Waktu Merenung tentang Pencapain Liverpool

Saat ini dunia sedang menghadapi wabah Corona atau Covid-19. Situasi ini tentu mempengaruhi sendi-sendi kehidupan. Bagi pemain Liverpool, Jordan Henderson situasi ini turut mempengaruhi aktivitasnya saban hari.

Waktu latihan dan pertandingan yang dibatasi membuatnya punya banyak waktu untuk merenung terutama terkait pencapaian Liverpool.

“Anda banyak merenung dan melihat lagi semuanya, khususnya karena waktu rasanya seperti berhenti,” beber Henderson.

Lebih lanjut pemain asal Inggris itu mengatakan dirinya lebih memilih untuk melihat ke belakang ketimbang memandang ke depan. Hal ini disebabkan karena musim ini belum berakhir.

“Saya belum banyak melihat ke depan, sebenarnya saya sedikit menengok ke belakang dalam hal musim ini dan ternyata apa yang kami raih sejauh ini luar biasa, sebagai sebuah tim.”

Ia mengatakan dengan aktivitas tersebut ia pun mendapatkan banyak motivasi. Dengan merenung ia mendapatkan energi dan semangat baru untuk terus meraih prestasi bersama Liverpool.

“Ini lebih ke menggunakannya sebagai motivasi dalam latihan untuk jalan terus, karena ketika waktunya tiba, kami ingin memastikan kami dalam kondisi sebaik mungkin untuk menutup musim sebaik mungkin, seperti yang sudah kami lakukan sepanjang musim,” pungkasnya.

Liverpool kini berada di ambang juara Liga Primer Inggris, pencapaian yang sudah dinanti selama kurang lebih 30 tahun. Liverpool mantap di puncak klasemen dengan raihan total 82 poin dari 29 pertandingan.

The Reds unggul jauh dari para pesaing terdekat terutama dari Manchester City di urutan kedua. Di antara kedua tim berjarak 25 poin. Liverpool pun hanya butuh enam poin lagi untuk mengakhiri penantian panjang itu.

Saat ini tim-tim Liga Inggris sedang menanti kelanjutan kompetisi. Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp mengaku tidak mau timnya terburu-buru untuk berkumpul bersama para pemain.

“Saya selalu bilang kami tidak mau buru-buru, tapi saya kira ini tidak buru-buru. Ini untuk langkah pertama, untuk latihan dengan social distancing dan kami punya lima pemain.”

Seturut jadwal Liverpool baru akan menggelar latihan bersama pada Rabu, 20 Mei 2020 waktu setempat. Klopp mengatakan dirinya sangat senang dan tidak bisa menunggu lama untuk kembali memimpin latihan di lapangan.

“Saya akan bilang saya sangat senang. Saya tidak bisa menunggu, jadi saya benar-benar senang kami bisa melakukan ini lagi, kembali ke Melwood, latihan dalam kelompok kecil, dan hal-hal seperti ini,” beber Klopp.

 

Bukan Terry atau Ferdinand, Ini Bek Terbaik Liga Inggris

Sepak terjang mengagumkan Virgil Van Dijk di lini belakang Liverpool tak diragukan lagi. Ia selalu menjadi andalan untuk mengawal pertahanan The Reds. Ketangguhannya pun mendapat banyak apresiasi.  Salah satunya dari mantan bek sekaligus kapten Manchester City, Vincent Kompany.

Menurut Kompany dirinya tidak segan menyebut Van Dijk sebagai bek terbaik sepanjang sejarah Liga Primer Inggris. Ia tahu pilihan ini agak aneh karena pemain internasional Belanda itu belum lama bertarung di pentas Liga Primer Inggris. Dibanding Jhon Terry atau Rio Ferdinand, rekam jejak Van Dijk di Liga Inggris masih kalah panjang.

“Saya akan pilih Virgil van Dijk sebagai bek terbaik di sejarah Premier League. Itu pilihan yang aneh sebenarnya, karena dia belum lama ada kancah ini seperti Terry dan Ferdinand,” beber Kompany.

Menurut Kompany Terry dan Ferdinand memiliki waktu yang panjang bermain di Liga Inggris. Namun demikian ia berani mengapresiasi Van Dijk dengan melihat sepak terjangnya dalam beberapa musim terakhir.

“Para pemain tersebut sudah bermain di liga ini untuk waktu yang sangat lama. Tapi sinyal-sinyal yang diberikan Van Dijk di beberapa musim terakhir membuat segalanya begitu jelas, bahwa kalau dia bakal mencapai level top sebelum itu, dia juga bakal melaju lebih jauh lagi,” sambungnya.

Kemampuan Van Dijk mengawal lini pertahanan Liverpool sudah terbukti dengan minimnya gol yang tercipta ke gawang mereka. Musim lalu Liverpool hanya kemasukan 22 gol sepanjang musim. Jumlah ini separuh dari catatan kemasukan di musim 2016/2017 saat Van Dijk belum bergabung.

Menurut Kompany hal ini tidak lepas dari kontribusi Van Dijk. Kompany menyebut Van Dijk berperan besar bagi terciptanya soliditas di lini pertahanan Si Merah belakangan ini.

“Dia membuat perbedaan besar terhadap timnya. Seorang bek tidak pernah berdiri sendiri, itu soal komunikasi dengan rekan setim dan bagaimana Anda membuat tim lebih kuat,” sambungnya.

Kompany menegaskan Liverpool sebelum dan setelah adanya Van Dijk sungguh berbeda. Untuk itu ia tak menampil kontribusi pemain internasional Belanda itu yang membuatnya pantas disebut sebagai bek terbaik sepanjang sejarah Liga Inggris.

“Liverpool sebelum Van Dijk dan setelah hadirnya Van Dijk itu tim yang sepenuhnya berbeda. Itulah sebabnya saya memilihnya sebagai bek terbaik sepanjang masa Premier League,” pungkasnya.

Van Dijk juga menjadi bagian dari kesuksesan Liverpool dalam dua musim terakhir. Musim lalu mereka sukses menjadi kampiun Eropa dengan menjadi juara Liga Champions Eropa.

Sementara itu di musim ini Liverpool berpeluang besar mengakhiri puasa gelar Liga Inggris selama lebih dari 30 tahun. Liverpool kini berada di puncak klasemen sementara dengan keunggulan lebih dari 20 poin dari juara bertahan, Manchester City.

Sebelum musim ini dihentikan Liverpool sudah begitu digdaya. The Reds hanya butuh beberapa poin lagi untuk mengklaim gelar juara.

Eks Pelatih Sebut Liverpool Pantas Juara Liga Inggris Musim Ini

Seandainya Corona atau Covid-19 tak mewabah maka Liverpool sudah bisa berpesta. Sebelum virus itu mewabah, The Reds begitu kokoh di puncak klasemen sementara Liga Primer Inggris dengan keunggulan sangat jauh dari para pesaing terdekat.

Sekalipun kini kompetisi sementara ditangguhkan, kans Liverpool sebagai juara tetap besar. Mantan pelatih Liverpool, Bredan Rodgers berpendapat mantan tim besutannya itu pantas untuk menjadi juara.  Ia menilai Liverpool sebagai salah satu tim yang tampil konsisten dengan kualitas yang mumpuni.

“Selama ini mereka menjadi tim terbaik yang konsisten. Level permainan mereka, kualitas, mereka selama ini sangatlah fantastis,” bebernya.

Ia mengatakan Liverpool akan sangat menyesal bila sampai gagal menjadi juara. Apalagi mereka sudah menanti lama, lebih dari 30 tahun untuk kembali angkat trofi Liga Primer Inggris.

“Jadi akan sangat disayangkan apabila mereka tidak punya kesempatan untuk mengangkat trofi juara. Mereka sudah menunggu sangat, sangat lama – mereka layak mendapatkannya. Tapi Juergen akan seperti orang lain, mengharap kita bisa kembali bermain dalam sebuah lingkungan yang aman.”

Rodgers masih mengingat salah satu kesempatan di mana timnya nyaris menjadi juara. Sosok yang kini menjadi pelatih Leicester City itu mengatakan mereka nyaris menjadi juara bila saja tidak tergelincir di laga-laga akhir.

“Saat itu bukan takdir kami dan sudah tentu Anda memiliki momen-momen di mana Anda memikirkan musim itu. Kami dulu begitu dekat, dan akan brilian kalau kami berhasil, tapi belum takdirnya. Jadi Anda cuma harus melanjutkan hidup,” bebernya lagi.

Walikota Liverpool, Joe Anderson mengatakan kompetisi sebaiknya dihentikan dan Liverpool duanugerahi gelar juara. Sulit untuk melanjutkan kompetisi termasuk bila harus digelar secara tertutup alias tanpa penonton.

Ia berlasan pertandingan tertutup tidak akan efektif untuk meredam kerumunan penonton. Menurutnya para penggemar Liverpool akan tetap datang ke stadion sekalipun laga tim kesayangannya digelar secara tertutup.

“Meski digelar tertutup, akan ada puluhan ribu fans Liverpool yang berada di luar Anfield. Sudah pasti akan banyak yang melanggar aturan untuk tidak mendatangi stadion. Orang-orang akan tetap datang untuk merayakannya, jadi saya rasa itu percuma saja,” sambungnya.

Tidak hanya itu, ia memprediksi sekalipun digelar di tempat yang netral di luar markas Liverpool, para penggemar klub tersebut akan tetap datang.

“Bahkan jika dihelat di tempat netral sekalipun, orang-orang akan berada di luar Anfield untuk merayakannya dan saya paham apa yang pihak kepolisian pikirkan, jadi akan sangat sulit untuk kami di sini. Anak-anak muda sudah pasti tidak akan menghiraukannya,” sambungnya.

Liverpool Diminta Tak Halangi Salah Tampil di Piala Afrika

Liverpool diminta untuk tidak menghalangi Mohamed Salah tampil di Piala Afrika. Turnamen bergengsi di benua Afrika itu baru akan bergulir tahun depan. Namun demikian Liverpool sudah diwanti-wanti untuk tidak mengeluarkan larangan kepada para pemain untuk ambil bagian di kompetisi internasional.

Hal ini seperti dikatakan oleh mantan pemain Mesir, Mido. Menurutnya pemain bintang seperti Salah harus tampil di pesta sepak bola terbesar di Afrika.

“Salah harus pergi dengan Mesir ke Piala Afrika, dan Liverpool tidak punya hak untuk bilang tidak. Ada aturan FIFA dan mereka tidak bisa menghalangi Salah bergabung dengan tim nasional dengan alasan apapun,” bebernya.

Lebih lanjut ia mengatakan banyak pemain yang berlaga di Liga Inggris bisa tampil di kejuaraan-kejuaraan sebelumnya seperti Piala Afrika 2019 lalu. Apalagi turnamen itu digelar pada musim panas.

“JIka Salah menolak pergi, maka ini adalah satu-satunya alasannya [ditahan Liverpool]. Semua pemain Afrika punya masalah ini ketika di Inggris, jadi saya senang ketika Piala Afrika 2019 digelar pada musim panas,” lanjutnya.

Mido beralasan bila Piala Afrika kembali digelar pada musim panas maka tidak ada alasan bagi pihak klub untuk tidak memberi izin kepada para pemainnya. Pasalnya saat itu musim kompetisi sudah berakhir.

“Hal itu akan menjaga bintang-bintang Afrika terhindar dari masalah dengan klubnya, tapi konfederasi Sepakbola Afrika memilih kembali ke jadwal yang lama,” sambungnya.

Saat ini Salah merupakan salah satu pemain kunci Liverpool. Kehadirannya bersama Sadio Mane dan Roberto Firmino di lini depan membuat Liverpool menjadi klub yang disegani tidak hanya di pentas Liga Inggris tetapi juga di pentas Eropa.

“Salah tentu saja penting, buat tim nasional kami dan tim Olimpiade. Pemain dengan pengalaman dan kepemimpinannya, dia bisa membuat perbedaan,” lanjutnya.

Kehadiran Salah, demikian Mido akan memberikan warna tersendiri bagi Piala Afrika. Termasuk juga bila Salah bisa ambil bagian di ajang besar lainnya seperti Olimpiade.

“Dia akan menjadi salah satu pemain penting di turnamen, bukan cuma untuk Mesir. Terlebih Olimpiade akan digelar pada musim panas 2021,” tegasnya.

Saat ini Salah dan para pemain sepak bola lainnya tak bisa merumput seperti biasa. Pasalnya kompetisi Liga Primer Inggris tengah dihentikan akibat wabah corona atau Covid-19.

“Tentu saja, Salah akan kecewa, seperti semua orang di Liverpool jika musim ini dibatalkan. Tapi mereka akan mengatasinya. Sekalipun musim dibatalkan demi hukum, mereka akan menjadi favorit lagi musim depan. Hidup tidak berhenti,” beber Mido.

Bila Liga Inggris Tetap Ditangguhkan, Akankah Liverpool Diserahkan Gelar Juara?

Federasi Sepakbola Inggris (FA) sudah memutuskan memperpanjang penundaan Liga Primer Inggris dari 3 April hingga 30 April 2020 nanti.

Federasi Sepakbola Inggris juga memastikan akan melanjutkan Liga Primer Inggris, apabila kondisi benar-benar aman, dan kesehatan masyarakat luas tetap menjadi prioritas utama.

Apabila Liga Primer Inggris tetap tidak bisa dilanjutkan setelah 30 April nanti, kini berkembang beberapa opsi untuk penyelesaian hasil Liga Primer Inggris di musim ini. Selain opsi untuk membatalkan semua hasil Liga Primer Inggris di musim ini, juga ada opsi untuk menentukan pemenang musim ini berdasarkan klasemen terakhir, sebelum Liga Primer Inggris ditunda atau dihentikan.

Tentu opsi yang terakhir akan sangat menguntungkan Liverpool sebagai puncak klasemen hingga pekan ke-29. Tanpa harus memainkan 9 laga yang tersisa, Mohamed Salah dan kawan-kawan akan langsung diserahkan tropi juara Liga Primer Inggris.

Melihat berkembangnya opsi untuk memutuskan Liverpool sebagai pemenang Liga Primer Inggris musim ini, tanpa melanjutkan 9 laga tersisa, salah seorang Legenda Manchester United, yaitu Garry Neville, mengeluarkan pernyataan yang mendukung Liverpool, tetapi sekaligus meledek.

“Saya tidak masalah jika gelar juara Liga Primer Inggris langsung diberikan kepada Liverpool. Asalkan diberikan tanda bintang disertai sedikit catatan, Liverpool Juara Liga Primer Inggris karena Corona,” kata legenda MU ini, seperti dilansir thesun.co.uk (15/03/20).

Peryataan pemain bertahan kesayangan Alex Ferguson ini, tentunya akan membuat satu setengah juta penduduk Inggris, yaitu jumlah penduduk Kota Liverpool akan marah besar. Bagaimana tidak, Liverpool yang sudah unggul dengan selisih 25 poin dari pesaing terdekatnya, Manchester City, masih dikatakan memenangkan tropi Liga Primer Inggris hanya karena Corona.

Hingga pekan ke-29 Liga Primer Inggris musim 2019-2020, Liverpool sudah sangat nyaman di puncak klasemen sementara. Pasukan Jurgen Klopp ini, sudah mengumpulkan jumlah poin 82 dari hasil 27 kali menang, satu kali seri dan satu kali kalah. Pengoleksi 18 tropi juara Liga Inggris ini, sudah unggul dengan selisih 25 poin dari Manchester City yang berada di peringkat kedua, seperti dilansir bbc.com (12/03/20).

Dengan keunggulan yang sangat jauh dari para pesaingnya, diyakini musim ini menjadi musim terdekat bagi Liverpool untuk mengakhiri puasa panjang gelar Liga Primer Inggris yang sudah berlangsung selama 30 tahun. Terakhir Liverpool menjadi juara Liga Inggris pada musim 1989-1990.

Kini Sadio Mane dan kawan-kawan hanya membutuhkan dua kemenangan lagi untuk bisa mengunci gelar juara Liga Primer Inggris di musim ini.

 

Noda Hitam Liverpool di Lembaran Sejarah Liga Champions

Pada leg kedua babak 16 Besar Liga Champions, Sang Juara musim lalu, Liverpool, secara mengejutkan ditaklukkan tamunya Atletico Madrid di Anfield Stadium dengan skor 2-3. Tiga gol kemenangan Atletico Madrid diciptakan Marcus Llorente pada menit 97 dan menit 105, serta gol yang diciptakan Alvaro Morata pada menit 120. Sedangkan dua gol balasan Liverpool diciptakan Georginio Wijnaldum pada menit 43 dan Roberto Firmino menit 94.

Dengan kekalahan ini, Liverpool harus tersingkir di tangan Atletico Madrid dengan agregat 2-4. Harapan para pendukung Liverpool untuk kembali melihat tim kesayangan mereka melakukan Cameback gemilang seperti musim lalu atas Barcelona tak terwujud. Musim ini Liverpool harus takluk sebanyak dua kali (leg pertama dan leg kedua) dari pasukan Diego Simeone itu.

Kekalahan Liverpool di babak 16 besar Liga Champions, tentunya menorehkan catatan kelam dalam lembaran sejarah klub tersebut. Bagaimana tidak, pasukan Jurgen Klopp ini begitu perkasa di Liga Primer Inggris, tetapi tak berdaya di Liga Champions. Superioritas Mohamed Salah dan kawan-kawan dengan keunggulan dengan selisih 25 poin dari pesaing terdekatnya, Manchester City di Liga Primer Inggris, tidak berdaya di tangan Atletico Madrid yang notabene hanya peringkat keenam klasemen sementara La Liga Spanyol.

Tidak hanya Liga Primer Inggris yang kehilangan harapan untuk menjadi juara, catatan kelam juga terpatri dalam lembaran Liga Champions. Betapa Sang Juara musim lalu, harus tersingkir di musim ini, walaupun kompetisi baru memasuki babak 16 besar.

Dengan tersingkirnya Mohamed salah dan kawan-kawan di babak 16 besar Liga Champions musim 2019-2020 ini, tim pengoleksi 6 tropi Liga Champions ini, tercatat sebagai salah satu juara Liga Champions dengan pencapaian terburuk dalam sejarah. Hanya ada 6 tim juara bertahan sepanjang sejarah Liga Champions, yang harus tersingkir di babak 16 besar di musim berikutnya.

Tersingkirnya Liverpool di babak 16 besar kali ini memperpanjang catatan kelam. Pasukan Jurgen Klopp ini tidak saja berstatus juara Liga Champions musim lalu, tetapi juga tercatat sebagai tiga tim terbaik dalam sejarah Liga Champions, setelah Real Madrid dan AC Milan.

Dalam daftar juara Liga Champions, Liverpool tercatat sebagai tim pengoleksi tropi Liga Champions terbanyak ketiga, yaitu 6 tropi, di belakang Real Madrid 13 tropi dan AC Milan 7 tropi.

Liverpool Jamu Southampton di Pekan ke-25 Liga Inggris

Liverpool akan kembali tampil di lanjutan pertandingan Liga Primer Inggris. The Reds akan memainkan pekan ke-25 pada Sabtu, 1 Februari 2020. Di laga ini Si Merah akan bertindak sebagai tuan rumah saat menjamu Southmpton.

Di atas kertas Liverpool jelas diunggulkan. Selain tampil di kandang sendiri, saat ini Liverpool sedang dalam tren positif. Sebagai pemuncak klasemen sementara, Liverpool kian dekat ke tangga juara liga.

“Saya tidak tahu apakah ada yang bisa mengejar kami. Target utama kami adalah meraih poin sebanyak-banyaknya. Masih banyak laga yang harus dimainkan,” beber Jurgen Klopp.

Lebih lanjut pelatih Liverpool itu mengatakan perolehan 70 poin timnya saat ini belum menjamin akan menjadi juara di akhir musim. Karena itu mereka harus terus fokus di setiap pertandingan.

“Memang kami punya 70 poin, jumlahnya luar biasa, tapi apapun bisa terjadi. Saya janji bahwa kami tidak akan berpesta duluan. Kami akan rehat dulu sejenak lalu menghadapi Southampton Sabtu nanti,” lanjutnya.

Meski sudah di ambang juara, Klopp tetap meminta anak asuhnya untuk menjaga penampilan dan terus menampilkan permainan terbaik dari waktu ke waktu.

“Saya harap kami bisa bermain lebih baik namun saya menerima dan menyukai performa hari ini karena bila kami dengan mudah memenangkan banyak pertandingan seperti ini, tentu tim lain akan juga dengan mudah melakukannya,” sambungnya.

“[Pencapaian Liverpool] sungguh sangat sulit. Kami bermain hebat lawan Wolverhampton yang merupakan laga sulit. Beberapa hari sebelumnya, kami menunjukkan performa super lawan MU. Sebelumnya kami juga tampil super,” tegasnya.

5 Pertemuan Terakhir Kedua Tim:

17-08-2019 Southampton 1-2 Liverpool (EPL)

06-04-2019 Southampton 1-3 Liverpool (EPL)

22-09-2018 Liverpool 3-0 Southampton (EPL)

11-02-2018 Southampton 0-2 Liverpool (EPL)

18-11-2017 Liverpool 3-0 Southampton (EPL).

5 Pertandingan Terakhir Liverpool:

12-01-2020 Tottenham 0-1 Liverpool (EPL)

19-01-2020 Liverpool 2-0 MU (EPL)

24-01-2020 Wolverhampton 1-2 Liverpool (EPL)

27-01-2020 Shrewsbury 2-2 Liverpool (Piala FA)

30-01-2020 West Ham 0-2 Liverpool (EPL).

5 Pertandingan Terakhir Southampton:

04-01-2020 Southampton 2-0 Huddersfield (Piala FA)

11-01-2020 Leicester 1-2 Southampton (EPL)

18-01-2020 Southampton 2-3 Wolverhampton (EPL)

22-01-2020 Palace 0-2 Southampton (EPL)

25-01-2020 Southampton 1-1 Tottenham (Piala FA).

Perkiraan starting line-up Liverpool versus Southampton:

Liverpool (4-3-3): Alisson Becker; Andrew Robertson, Virgil Van Dijk, Gomez, Trent Alexander-Arnold; Georginio Wijnaldum, Fabinho, Jordan Henderson; Alex Oxlade-Chamberlain, Roberto Firmino, Mohamed Salah.

Pelatih: Jurgen Klopp.

Southampton (4-4-2): McCarthy, Bertrand, Vestergaard, Stephens, Valery; Boufal, Hojbjerg, Ward-Prowse, Djenepo; Redmond, Ings.

Pelatih: Ralph Hasenhuttl.

Liverpool Melawat ke Markas West Ham di Laga Tunda Pekan ke-18

Liverpool akan menjalani laga tunda pekan ke-18 Liga Primer Inggris pada Kamis, 30 Januari 2020. Di laga ini The Reds akan melawat ke markas West Ham United di London Stadium.

Di atas kertas Liverpool lebih diunggulkan. Saat ini tim tersebut berstatus pemuncak klasemen. Sementara itu West Ham tercecer di papan bawah, tepatnya di urutan ke-17.

Meski begitu Liverpool menghadapi laga ini dengan modal kurang bagus setelah hanya mampu meraih hasil imbang kontra tim divisi tiga Shrewsbury Town di putaran keempat Piala FA. Namun di laga itu, Liverpool tidak turun dengan kekuatan terbaik.

Di laga ini Liverpool dipastikan akan menurunkan amunisi terbaik, minus Sadio Mane yang sedang cedera. Hal ini penting untuk tetap menjaga tren positif di pentas Liga Primer Inggris.

“Saya belum berpikir memenangkan gelar. Saya hanya berpikir tentang memenangkan pertandingan berikutnya. Mari kita lanjutkan. Perjuangan kami berakhir ketika memang sudah selesai. Saat ini kami belum memenangkan apa pun,” beber Jurgen Klopp.

Lebih lanjut pelatih Liverpool itu mengatakan laga ini bakal sulit. Pasalnya West Ham akan tampil dengan motivasi berganda. Selain bermain di kandang sendiri, tuan rumah tentu ingin meraih poin agar bisa tetap berada di Liga Primer Inggris musim depan.

“West Ham berjuang untuk tetap di liga dan seperti itulah kelihatannya. Ini akan menjadi pertarungan besar, mereka akan bertarung dengan semua yang mereka miliki,” sambung Klopp.

5 Pertemuan Terakhir Kedua Tim:

05-02-2019 West Ham 1-1 Liverpool (EPL)

12-08-2018 Liverpool 4-0 West Ham (EPL)

24-02-2018 Liverpool 4-1 West Ham (EPL)

05-11-2017 West Ham 1-4 Liverpool (EPL)

14-05-2017 West Ham 0-4 Liverpool (EPL).

5 Pertandingan Terakhir West Ham:

06-01-2020 Gillingham 0-2 West Ham (Piala FA)

11-01-2020 Sheffield 1-0 West Ham (EPL)

18-01-2020 West Ham 1-1 Everton (EPL)

23-01-2020 Leicester 4-1 West Ham (EPL)

25-01-2020 West Ham 0-1 West Brom (Piala FA).

5 Pertandingan Terakhir Liverpool:

05-01-2020 Liverpool 1-0 Everton (Piala FA)

12-01-2020 Tottenham 0-1 Liverpool (EPL)

19-01-2020 Liverpool 2-0 MU (EPL)

24-01-2020 Wolverhampton 1-2 Liverpool (EPL)

27-01-2020 Shrewsbury 2-2 Liverpool (Piala FA).

Perkiraan Starting Line up West Ham versus Liverpool:

West Ham United (4-4-1-1): Randolph; Cresswell, Ogbonna, Diop, Zabaleta; Fornals, Noble, Rice, Sanchez; Lanzini; Haller.

Pelatih: David Moyes.

Liverpool (4-3-3): Alisson Becker; Andrew Robertson, Virgil Van Dijk, Gomez, Trent Alexander-Arnold; Georginio Wijnaldum, Jordan Henderson, Alex Oxlade-Chamberlain; Divock Origi, Roberto Firmino, Mohamed Salah.

Pelatih: Jurgen Klopp.

 

 

Berakhir Imbang, Liverpool Jalani Partai Ulangan Babak 4 Piala FA

Liverpool gagal memetik kemenangan di babak keempat Piala FA. Menghadapi Shrewsbury Town di Stadion New Meadow pada Senin, 27 Januari 2020 dini hari WIB, The Reds ditahan imbang dengan skor 2-2.

Sepasang gol Liverpool dicetak oleh Curtis Jones di menit ke-15 dan gol bunuh diri dari Donald Love di menit ke-46. Sementara itu sepasang gol tuan rumah diborong oleh Jason Cummings di menit ke-65 dan 75.

Hasil imbang ini membuat kedua tim harus bertanding ulang untuk menentukan pemenang ke babak selanjutnya. Partai ulangan ini akan digelar di markas Liverpool.

Di laga ini Liverpool tidak menurunkan kekuatan terbaik. Beberapa pemain utama seperti Mohamed Salah tidak diturunkan. Sementara itu Roberto Firmino hanya menjadi pemain cadangan.

Meski begitu Liverpool mampu memberikan ancaman. Bahkan tim tamu mampu unggul dua gol lebih dulu. Sayangnya di babak kedua, tuan rumah berhasil mengejar ketertinggalan dan memaksa laga berakhir sama kuat.

Meski berakhir imbang dan harus menjalani partai ulangan, Klopp senang dengan performa timnya terutama para pemain muda. Salah satunya adalah Minamino, pemain baru asal Jepang.

“Kami harus memikirkan tentang apa yang kami lakukan, karena dia bermain lebih lama dari yang saya pikirkan. Kemarin malam merupakan langkah besar untuk dia. Karena, untuk pemain yang belum ketahuan ternyata bisa bersinar dan menunjukkan penampilan terbaik,” beber Klopp.

“Ketika kalian muncul sebagai pemain baru dalam pertandingan seperti itu, menunjukkan kemampuan seperti dia, bukan dengan keahliannya, namun mental dan karakter, bertarung seperti orang gila, tanpa gap, itu start yang super,” sambungnya.

Selain itu pelatih asal Jepang itu mengatakan Minamino merupakan pemain muda berbakat. Penampilannya dinilai sudah sesuai ekspektasi.

“Saya harus menyaksikan reaksinya dalam pertandingan dengan intensitas tinggi. Dia bocah yang keren, menunjukkan sebagai pemain yang kami harapkan,” tegas Klopp.

Di partai ulangan, Klopp berencana menurunkan pemain muda. Karena bertabrakan dengan jadwal liburan, Klopp berencana untuk menurunkan tim U-23 di laga itu.

Namun rencana tersebut sudah menuai kecaman. Salah satunya dari bos Accrington Stanley, Andy Holt.

“Juergen, LFC Anda mempermalukan diri sendiri. Anda menodai reputasi Anda. Pikirkan kembali di mana Anda berjalan dari sini,” beber Holt di jejaring sosial medianya.

Susunan pemain Shrewsbury versus Liverpool:

Shrewsbury (5-3-2): 25-Max O’Leary; 3-Scott Golbourne, 24-Ethan Ebanks-Landell, 2-Aaron Pierre, 17-Donald Love, 5-Ro-Shaun Williams; 8-Oliver Norburn (4-David Edwards 26′), 22-Sean Goss, 28-Josh Laurent; 7-Shaun Whalley (23-Daniel Udoh 85′), 9-Callum Lang (35-Jason Cummings 60′)

Pelatih: Sam Ricketts

Liverpool (4-3-3): 13-Adrian; 6-Dejan Lovren, 32-Joel Matip (11-Mohamed Salah 79′), 76-Neco Williams, 70-Yasser Larouci; 3-Fabinho 68-Pedro Chirivella, 48-Curtis Jones; 67-Harvey Elliott (15-Alex Oxlade-Chamberlain 71′), 18-Takumi Minamino (9-Roberto Firmino 85′), 27-Divock Origi

Pelatih: Juergen Klopp

Libas Leicester di Boxing Day, Begini Respon Jurgen Klopp

Liverpool sukses memetik kemenangan telak di laga Boxing Day Liga Primer Inggris pada Kamis, 26 Desember 2019 malam WIB. Bermain di Stadion King Power, The Reds berhasil menggasak tuan rumah Leicester City empat gol tanpa balas.

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp pun angkat topi dengan performa timnya di laga ini. Liverpool menjadi salah satu tim yang dengan penampilan paling konsisten sejak awal musim. Peluang Si Merah untuk menjadi juara Liga Primer Inggris pun semakin di depan mata.

Namun demikian Klopp mengatakan perjalanan mereka baru separuh jalan. Namun demikian hasil ini memberikan gambaran dan harapan positif kepada mereka.

“Kami berada setengah jalan kompetisi musim ini, 19 pertandingan. Ini adalah gambaran yang lebih besar dengan para pemain. Kami telah melangkah jauh dalam periode ini. Para pemain sudah brilian dan ini adalah permainan pembelajaran lainnya bagi mereka, mereka melihat fisik yang Anda butuhkan untuk bersaing.”

Klopp mengatakan saat ini jarak di antara timnya dan Liverpool semakin melebar, dari sebelumnya 10 angka menjadi 13 angka. Meski begitu ia mengabaikan hal tersebut. Baginya yang terpenting adalah terus memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik di laga-laga selanjutnya.

“Satu-satunya hal yang berubah hanyalah angkanya. Tadinya 10 poin sekarang 13 poin. Kami tidak merasakannya, kami tidak memikirkannya, kami bahkan tidak sekalipun menyebutnya sebelum pertandingan karena ya hanya tidak menarik,” tandas Klopp.

Lebih lanjut pelatih asal Jerman itu mengatakan pencapaian sejauh ini membuat mereka akan terus fokus untuk menjaga penampilan tetap baik di laga-laga selanjutnya. Ia lebih memikirkan laga-laga selanjutnya ketimbang selisih poin dengan para pesaing.

“Kami tahu kisahnya, bahwa di dalam sejarah sepakbola Inggris sebelumnya tidak pernah ada sebuah tim yang memiliki keunggulan lebih besar dan kehilangan keunggulannya. Tapi malah terdengar negatif di telinga saya jadi mengapa kami mesti memikirkan sesuatu semacam itu? Kami cuma fokus di pertandingan-pertandingan berikutnya saja,” sambungnya.

Liverpool masih memiliki agenda penting terutama di tahun 2020. Sederet laga penting dan berat menanti mereka. Ia mengatakan selisih poin bisa saja berubah setelah laga-laga itu.

“Kami memiliki melawan Wolves, Sheffield United, Everton, Tottenham dan Manchester United di lima pertandingan berikutnya jadi apapun belum ditentukan. Keunggulan poinnya sama sekali tidak relevan,” sambungnya.

Sementara itu pelatih Leicester, Brendan Rodgers mengatakan pihaknya banyak menimba hal positif dari kekalahan tersebut. Pertandingan kontra Liverpool adalah momen yang baik untuk belajar dari tim yang sedang on fire itu.

“Orang-orang berusaha membuat kami berpacu dengan Liverpool, tetapi kami tahu di mana kami berada,” beber Rodgers.